Berita Palembang

Ditagih Utang Mengulur-ulur Waktu, Sopian Dilaporkan ke SPKT Polresta Palembang

Tak kunjung membayar utang hingga tiga bulan, membuat PT Pangestu Jaya Abadi melalui Markus Teguh Joko (42) warga Villa Mutiara Cluster Biru

Ditagih Utang Mengulur-ulur Waktu, Sopian Dilaporkan ke SPKT Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
Pr Pengestu Jaya Abadi melalui Teguh Joko, melapor ke Polresta Palembang, Lantaran hutang tak dibayar, Sabtu (22/6/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Tak kunjung membayar utang hingga tiga bulan, membuat PT Pangestu Jaya Abadi melalui Markus Teguh Joko (42) warga Villa Mutiara Cluster Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Boring Kanaya, Kota Makasar, Sulawesi Selatan (Sulsel) laporkan Direktur PT Surya Prima Sejahtera M Sopian (60) ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi pada Jumat (15/3) sekitar pukul 09.00, di kantor PT Surya Prima Sejahtera jalan Pinang, Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I, Palembang.

"Saat itu Sopian (terlapor) sudah memesan barang kosmetik di kantor saya pak, kemudian saya tagih tapi terlapor mengulur-ngulur pembayaran atas pemesanan barang tersebut,"ungkapnya kepada petugas piket SPKT Polresta Palembang, Sabtu (22/6/2019).

Hingga saat ini warga Padang Selasa, Kecamatan IB I Palembang tak membayar utang pemesanan barang tersebut yang mencapai sekitar Rp 31 juta.

"Hingga tiga bulan belum juga dibayar, sehingga saya menghubungi perusahaan dan memutuskan melalui surat kuasa dari perusahaan saya melaporkan terlapor ke SPKT Polresta Palembang," katanya.

Lanjutnya, awalnya perusahaan menunggu itikad baik dari terlapor, namun hingga tiga bulan tak kunjung membayar. Mak perusahaan pun mengambil tindakan dengan melaporkan Sopian ke polisi.

"Sebenarnya perusahaan menunggu itikad baik dari terlapor pak, tapi kalau saya datang untuk menagih utang selalu mengulur-ngulur hingga saya berkordinasi dengan perusahaan dan perusahaan sepakat untuk membawa masalah ini ke pihak berwajib,"katanya.

Sementara, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara melalui Kanit I SPKT Polresta Palembang, Ipda Hermanto membenarkan adanya laporan tersebut.

"Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim, untuk pasal digunakan 378 dan 372 mengenai penipuan dan Penggelapan dengan hukuman penjara masing-masing selama empat tahun penjara bila terbukti bersalah,"katanya.

Pembangunan Gedung Baru Kantor Camat Talang Ubi PALI Masuk Proses Lelang, Ditempati Setelah 3 Bulan

Detik-detik Warga Riau Bedah Perut Buncit Buaya, Terkejut! Ada Potongan Tubuh Manusia di Dalamnya

Heri Amalindo Persilakan Sekretariat HKTI Tempat Curhat Petani untuk Cari Solusi agar Bangkit

Penulis: Andi Wijaya
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved