berita Sumsel

Masuk Musim Kemarau Semua Wajib Siaga Karhutla

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau terjadi pada akhir Juni 2019 ini.

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau terjadi pada akhir Juni 2019 ini.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pun tak ingin kecolongan, sehingga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dapat diantisipasi lebih cepat.

Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan misalnya, yang secara intens memberikan himbauan dan sosialisasi terhadap para petani dan juga perushaan, agar tidak melakukan tindakan pembukaan lahan dengan cara pembakaran.

"Baik membersihkan lahan pun kita harap tidak menggunakan cara pembakaran yang riskan memicu penyebaran kebakaran lahan lebih luas terlebih di musim kemarau," ujar Kepala Bidang Pengelolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Sumsel, Rudi Aprian, Jumat (21/6/2019)

Herman Deru Bangga 18 Tahun Pagaralam Jadi Destinasi Wisata Terbaik di Sumsel

Jaya Tapi Arogan, Artis Korea Ini Akhirnya Hidup Miskin di Indonesia, Nasib Setelahnya tak Terduga

Rudi menambahkan, dalam konteks Karhutlah ini Dinas Perkebunan memprioritaskan beberapa lokasi, yakni
OKI, OI, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, PALI, Mura dan Muratara.

Selain itu, pihaknya juga dalam waktu dekat akan menggelar apel siaga terkait bencana asap imbas dari kebakaran hutan dan lahan tahun 2019. 

"Rencananya digelar 25 Juni nanti dipimpin langsung oleh Gubernur. Pihak terkait seperti perusaahan perkebunan dan OPD juga kami undang," ujarnya.

Sementara, Sumsel dalam siaga Karhutla mendapatkan Alat Bantu Tangani Karhutla dari Tiongkok. Dimana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menerima dua jenis alat berupa bor dan pompa.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) mendapatkan bantuan dua alat untuk menangani Karhutla dari Tiongkok. Pemberian gibah dari Tiongkok itu sendiri merupakan perjanjian dari pemerintah pusat bersama Tiongkok untuk penguatan manajemen menangani Karhutla di Sumsel.

"Sumsel mendapatkan dua jenis bantuan alat untuk menangani Karhutla yang akan diberikan kepada dua desa yakni desa Talang Kelapa (Banyuasin) dan desa Bayung Lencir (Muba)," ujar Iriansyah.

Menurutnya, kriteria diberikan alat penanganan Karhutla tersebut berdasakan indeks resiko yang lebih besar dibandingkan desa lain yang ada di Sumsel. Untuk kriterianya itu dari BNPB yang memberikan mungkin Indeks resiko di dua desa itu lebih besar dibangdingkan desa yang lain.

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Dewi Handayani
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved