Berita Palembang

Herman Deru tidak Mau Produktifitas Batu Bara Menurun Hanya Karena Kurangnya Kapasitas Jalan

Herman Deru tidak ingin ada alasan produktifitas batubara turun karena kurangnya kapasitas jalan.

Herman Deru tidak Mau Produktifitas Batu Bara Menurun Hanya Karena Kurangnya Kapasitas Jalan
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI/DOKUMEN
Tampak puluhan truk fuso angkutan batubara membuat macet ruas jalan lintas Sumarera Muaraenim - Tanjujgenim. 

Laporan wartawan sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus berupaya untuk meningkatkan produktifitas batubara namun dengan tetap tidak mengabaikan kelestarian alam.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dalam implementasinya mengeluarkan kebijakan pelarangan angkutan batubara untuk melintas di jalan umum namun harus melalui jalan khusus agar menghindari kerusakan jalan umum yakni milik PT Servo.

Tetapi, Deru menilai pemanfaatan jalan khusus milik Servo saja belum cukup terlebih potensi batubara di Sumsel begitu besar.

Oleh karenanya, Pemprov sebagai fasilitator juga mengajak PT Musi Hutan Persada (MHP).

"jalan poros MHP kan tidak setiap jam selalu dilintasi, kenapa tidak ini dikerjasamakan saja sehingga tak mengganggu masyarakat umum karena servo saja tentu tak tertampung semua," ungkapnya, Kamis (20/6/2019).

Kasus Mayat di Sungai Kelingi, Pelaku 4 Orang Ini Kronologis Kejadian, Ditusuk dan Dimasukan Karung

Dapat Telepon dari Panitia Undian Motor Yamaha Awalnya Doni tak Percaya, Takut Penipuan

Petugas Penjaga Pos Terpadu Rawan Kejahatan di Kabupaten PALI Hanya Dibekali Senjata Ketapel

Herman Deru tidak ingin ada alasan produktifitas batu bara turun karena kurangnya kapasitas jalan. Ini artinya dibutuh cadangan dan pihaknya menyambut baik respon PT MHP.

"bersyukur MHP membuka diri. Namun, terpenting adalah sama-sama memelihara dan Pemprov Ikut memfasilitas dan mengontrol," ujarnya.

Rencananya pada tahap sosialisasi akan direalisasikan pada Oktober 2019 mendatang. Diharapkan, langkah ini mampu memberikan kesempatan pengangkutan batubara bagi pengusaha tambang lebih banyak.

"Soal berapa besar kapasitasnya tentu tergantung dengan hasil produksi. Kalau ini jadi tentu jadi titik cerah, saya belum bisa sebut 100 persen karena ini masih B To B," tutupnya. 

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved