Tunaikan Janji, Bupati Empatlawang Rekrut Tenaga Guru Non PNS

Sebanyak 2120 orang peserta mengikuti seleksi guru honorer non PNS untuk guru SD, SMP di selenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Ka

Tunaikan Janji, Bupati Empatlawang Rekrut Tenaga Guru Non PNS
SRIPOKU.COM/awijaya
Bupati Empatlawang, H. Joncik Muhamad dan wakil bupati Yulius Maulana meninjau proses seleksi guru non PNS di SMP Negeri 1 Tebingtinggi, Rabu (19/6/2019) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Awijaya

SRIPOKU.COM,EMPATLAWANG-- Sebanyak 2120 orang peserta mengikuti seleksi guru honorer non PNS untuk guru SD, SMP di selenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Empatlawang, Rabu (19/6/2019)

Dari 2120 orang peserta tes guru non PNS, disaring menjadi sebanyak 1100 orang guru yang nantinya digaji dari APBD Empatlawang, sebesar Rp 300 ribu perbulannya

Bupati Empatlawang H. Joncik Muhammad dan Wakil Bupati Yulius Mulana, usai memberikan pembekalan kepada peserta guru honorer non PNS, dilapangan Pemkab Empatlawang langsung meninjau tes yang dilaksanakan disejumlah sekolah.

Guru honorer non PNS ini dulunya mirip seperti guru honda (Honorer Daerah) tapi karena aturan PP 48 larangan pejabat daerah mengangkat honorer.

"Selama ini banyak sekali guru honor berkeluh kesah, dan mengadukan nasibnya kepada kami. Bahkan ada yang curhat langsung.

Mayat di Sungai Kelingi, Pakai Gelang Karet Warna Pink dan Biru Serta Tatto Segitiga diantara Jari

Rezeki Terus Mengalir Bagi Penghuninya, Berikut Feng Shui Penataan Rumah Agar Membawa Keberuntungan

Mereka curhat kekami tidak jadi PNS itu karena terputus SK dari kepala daerah sewaktu itu memang ada PP 48 yang mengatur. Terjemahannya tidak boleh mengangkat guru honorer itu ndak, tapi pengertian diterjemahkan oleh sebagian kepala daerah tidak boleh lagi, di Empatlawang 2010 itu diputus.

Sewaktu saya jadi wakil ketua DPR saya ngotot tetap harus ada. Nah terinspirasi dari itu memang kita Empatlawang kekurangan tenaga guru, dan kapasitas, kualitas dan Integritas guru harus ditingkatkan salah satunya harus diberikan kesejahteraan sekalipun itu sangat terbatas, dan Insyaallah kedepan akan ditambah kuota dan peningkatan honor," kata Bupati.

Program ini menurut Joncik merupakan salah satu pemenuhan janji politik sewaktu kampanye dan ini salah satu janji yang ditunaikan.

"Sekarang ini termasuk pemenuhan janji kepala daerah, karena sudah termasuk dalam RPJMD, diterjemahkan lagi ke renstra, satu-persatu janji kita tunaikan," kata Joncik.

Joncik berharap para guru ini betul -betul mendedikasikan diri mereka untuk mendidik yang baik, disiplin dan memberikan contoh yang baik kepada siswa.

Proses seleksi Joncik mengatakan akan berlangaung secara murni, peserta tes memiliki peluang lulus sama tergantung hasil rangking.

" Yang pasti murni mereka punya peluang yang sama, seleksi dilakukan secara scanning, nanti akan dirangking, bisa jadi yang sudah mengajar 10 tahun lebih tidak lulus karena pemeringkatan, tapi pemerintah daerah juga memikirkan itu bisa jadi nanti ditahun depan akan dianggarkan dan ditambah kuotanya," terangnya. (cr27)

Penulis: Awijaya
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved