Breaking News

Seorang Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Berhasil Ciptakan Robot Penyemai Padi

Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya berhasil menciptakan sebuah robot penyemai padi.

Penulis: Haris Widodo | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Mesin penyemai padi yang berfungsi untuk memudahkan pekerjaan petani hanya dengan menggunakan HP saja. 

Seorang Mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Berhasil Ciptakan Robot Penyemai Padi

Laporan wartawan Sripoku.com, Haris Widodo

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang berhasil menciptakan sebuah robot penyemai padi.

Robot tersebut dipamerkan di Pekan Raya Teknik Mesin (PRTM) Politeknik Sriwijaya Palembang, Rabu (19/6/2019).

Meski baru berupa prototypenya saja, namun robot yang dirancang khusus oleh mahasiswa ini merupakan sebuah invosi baru teknologi pertanian yang patut diberi apresiasi.

Ke depannya robot tersebut akan dikembangkan dan diproduksi secara massal dengan terlebih dahulu melakukan penelitian lanjutan.

Robot tersebut dapat mempermudah kerja para petani dalam menyemai padi yang selama ini masih dilakukan secara konvensional.

"Robot ini dirancang khusus untuk para petani yang berguna untuk menanam padi dengan cara otomatis dan dapat dikendalikan melalui HP sehingga para petani dapat mengendalikannya dari jauh," ujar Tri Akprimal, pembuat mesin penyemai padi tersebusaat ditemui Sripoku.com PRTM Politeknik Sriwijaya Palembang, Rabu (19/6/2919).

Dijelaskan Tri Akprimal, bahan pembuatan ini sendiri menggunakan motor steper dan arduino yang berfungsi untuk mengatur microcontrolernya.

Cara pakainya sendiri menggunakan mode wife yang dihubungkan ke HP.

Jenis bodynya sendiri menggunakan bahan acrylic.

Mesin penyemai padi yang berfungsi untuk memudahkan pekerjaan petani hanya dengan menggunakan HP saja.
Mesin penyemai padi yang berfungsi untuk memudahkan pekerjaan petani hanya dengan menggunakan HP saja. (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

Yang masih menjadi permasalahannya belum ada sponsor yang mendukung alat ini untuk diproduksi secara massal.

Tri Akprimal mengungkap pengerjaan robot tersebut dilakukan selama 1 bulan.

Penanggung jawab acara, Agung Firdaus mengatakan acara tahunan yang diadakan di setiap tahun ini diikuti banyak peserta.

Tidak hanya dari dalam Poltek Sriwijaya saja yang diundang tetapi juga mahasiswa yang lain.

Banyak sekali yang dipamerkan di arena tersebut, mulai dari mobil Formula 1 robotic dan 3 D printing.

====

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved