Meteran Digital PLN Dijamin tak Sebabkan Kebakaran, Aman dan Efisien untuk Pelanggan

Migrasinya pelanggan dari meteran digital lama ke yang baru, merupakan program nasional untuk melakukan penarikan meteran prabayar yang memiliki fitur

Meteran Digital PLN Dijamin tak Sebabkan Kebakaran, Aman dan Efisien untuk Pelanggan
SRIPOKU.COM
General Manager PLN UIW Sumsel Jambi dan Bengkulu (S2JB) Daryono dan jajarannya foto bersama dengan manajen Sripo dan Tribun Sumsel 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - General Manager PLN UIW Sumsel Jambi dan Bengkulu (S2JB), Daryono membantah bahwa pergantian meteran digital jenis glomet dengan KWH digital yang baru lantaran menjadi penyebab konsleting listrik hingga sebabkan kebakaran.

Migrasinya pelanggan dari meteran digital lama ke yang baru, merupakan program nasional untuk melakukan penarikan meteran prabayar yang memiliki fitur lebih canggih dan memanjakan konsumen.

"Jadi kami pastikan KWH digital bukan penyebab kebakaran. Pergantian ini memang program pusat. Toke kode N26 merk glomet itu sudah generasi pertama dan sudah waktunya diganti," ujarnya, Senin (17/6/2019).

Kendati kebijakan tersebut merupakan program pusat, namun pihaknya tidak memaksakan masyarakat harus beralih ke meteran anyar tersebut.

Kakeknya Pernah Dampingi Soekarno, Terungkap Rahasia Keluarga Besar Ashanty Sampai Bikin Kagum!

Sampai Akui Pisah Ranjang, Ternyata Suami Inul Daratista Pernah Diisukan Selingkuh dengan Artis Ini

Real Madrid Bisa dalam Bahaya jikalau Benar Datangkan Paul Pogba

Menurutnya, antara meteran bulanan dan token sama baiknya. Tergantung dari si pemilik rumah nyaman menggunakan KWH yang mana.

Kendati demikian, pihaknya terus gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat manfaat memakai meteran digital.

"Kita tidak paksakan pelanggan mau yang prabayar atau pasca bayar. Tetapi kita edukasi prabayar ini kepada pelanggan bahwa kegunaannya lebih efektif," ungkapnya.

Daryono menjelaskan, keunggulan menggunakan meteran listrik pra bayar pelanggan dapat mengatur sendiri KWH yang mau digunakan setiap bulannya.

Berbanding terbalik dengan meteran pasca bayar, masyarakat tak bisa mengatur berapa KWH yang diperlukan sehingga sering menyebabkan over pemakaian dan menyebabkan bayaran listik jadi membengkak.

Selain itu, pelanggan tak harus mengeluarkan biaya ketika listrik tak dipakai. Namun, meteran bulanan masyarakat harus tetap membayar karena ada biaya beban bulanan.

Pegawai Kota Tangerang Viral Hina Babu Ngaku tak Nafsu Makan, Klarifikasinya Kembali Tuai Kritikan

Tak Pernah Diberi Uang Jajan, Dul Jaelani Bongkar Sikap Disiplin Irwan Mussry Selama jadi Ayah Tiri

Jumlah Soal Ditambah; Tes CPNS Oktober Mendatang, Kouta 254 Ribu

"Kalau bulanan nunggak konsekuensinya akan diputus. Nah, jika pra bayar tidak akan ada pemutusan itu pilihannya. Jadi meteran digital sangat aman dan efektif digunakan," beber Daryono.

Ia menambahkan, untuk wilayah WS2JB ada 300 ribun meteran glomet yang harus ditarik kembali dan digantikan dengan alat baru.

Pergantian alat token baru dari merk glomet ini sudah dilakukan sejak Oktober 2018, namun hingga kini pelanggan yang migrasi ke alat token anyar tersebut baru sekitar 143 ribu rumah.

"Kita masih terkendala materialnya dari pusat, target awal bulan Juni selesai. Tetapi kami pastikan dalam waktu dekat rampung," harapnya.

===

Penulis: Odi Aria Saputra
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved