Berita Musirawas

Tim Kesenian Musirawas Tampilkan Tari Kreasi Legenda Turak di Festival Sriwijaya XXVIII

Tari kreasi daerah Legenda Turak siap ditampilkan tim kesenian Kabupaten Musirawas pada Festival Sriwijaya XXVIII, Selasa (18/6/2019).

Tim Kesenian Musirawas Tampilkan Tari Kreasi Legenda Turak di Festival Sriwijaya XXVIII
DOK Disbudpar Musirawas
PENARI--Para penari Legenda Turak Musirawas 

Laporan Wartawan sripoku.com, Ahmad Farozie

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Tari kreasi daerah "Legenda Turak" siap ditampilkan tim kesenian Kabupaten Musirawas pada Festival Sriwijaya XXVIII, Selasa (18/6/2019) pukul 20.00 malam ini di Benteng Kuto Besak, Palembang.

Tari kreasi Legenda Turak ini mengisahkan sejarah Turak, sebagai alat perjuangan masyarakat Batu Kuning Lakitan (BKL) Ulu yang sekarang dipecah dua menjadi Kecamatan Selangit dan Kecamatan Suku Tengah Lakitan (STL) Ulu Terawas, Kabupaten Musirawas.

Turak adalah ruas bumbung bambu yang diisi dengan pasir dicampur serbuk cabai, serbuk gerinda dan aneka racun.  Pada zamannya, Turak ini digunakan oleh masyarakat setempat saat berpartisipasi mengusir kaum penjajah Belanda yang bercokol di Under Afdelling Musi Ulu Rawas yang sekarang dikenal dengan nama Kabupaten Musirawas.

Konon legendanya, dengan menggunakan Turak, masyarakat setempat melawan Belanda dengan cara menaburkan Turak kepada pasukan Belanda yang sedang melaksanakan patroli diwilayah setempat.

"Tari kreasi daerah Legenda Turak ini akan dibawakan oleh 20 orang penari pada Festival Sriwijaya XXVIII yang dijadwalkan digelar di Benteng Kuto Besak Palembang, Selasa (18/6/2019) sekitar pukul 20.00 malam ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Musirawas, Amrullah, kepada Sripoku.com, Selasa (18/6/2019).

Dikatakan, selain tari kreasi Legenda Turak, ada penampilan lain yang juga akan ditampilkan oleh tim kesenian Kabupaten Musirawas dalam Festival Sriwijaya XXVIII tersebut. Yaitu penampilan lagu berjudul "Cempako Poteh" yang akan dibawakan oleh Sri Rizky Kurnia.

Lagu ini mengisahkan tentang kekuatan adat Musirawas sebagai pusaka budaya dan pusaka negeri.
Penampilan lainnya adalah teater tradisi "Muray Bertaji".

Teater yang dibawakan oleh 16 pemain ini bercerita tentang conplict adat Suku Anak Dalam. Yaitu ketika putri dari kepala suku Muray Bertaji menyelamatkan pemuda atau seorang bujang dari suku Tembilak Rawo.

Dikisahkan dalam teater ini, pemuda dari suku Tembilak Rawo menjalin kasin dengan anak gadis kepala suku Muray Bertaji. Namun jalinan asmara ini terhalang oleh sang Hulubalang Muray Bertaji yang tidak senang dan bermaksud membunuh bujang dari suku Tembilak Rawo tersebut. Namun akhirnya sang hulubalang yang terbunuh oleh Bujang Tembilak Rawo, ketika hendak kudeta membunuh kepala suku Muray Bertaji.

"Jadi ada tiga penampilan dari tim kesenian Kabupaten Musirawas yang akan ditampilkan pada Festival Sriwijaya XXVIII ini. Yaitu lagu Cempako Poteh, Tari Legenda Turak dan teater Muray Bertaji," pungkas Amrullah.

===

Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Dewi Handayani
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved