Realisasi Kredit Usaha Rakyat Baru 46 Persen, Total Target Penyaluran 2,9 T

Realisasi penyaluran dari BRI kantor wilayah Palembang hingga Mei 2019 lalu baru mencapai angka 46 persen. Kendati secara proporsional baik namun angk

Realisasi Kredit Usaha Rakyat Baru 46 Persen, Total Target Penyaluran 2,9 T
SRIPOKU.COM/Jati Purwanti
Layanan perbankan di kantor wilayah BRI Palembang, Senin (17/6/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) kantor wilayah Palembang hingga Mei 2019 lalu baru mencapai angka 46 persen. Kendati secara proporsional baik namun angka belum mencapai ideal sebesar 60 persen untuk semester I 2019.

Peminat KUR Perikanan di OKU Timur Masih Minim, Ini Salah Satu Penyebabnya

Target Penyaluran KUR Bank Sumsel Babel (BSB) Tahun 2019 Naik Tiga Kali Lipat

Kepala Kanwil BRI Palembang, I Wayan Nasta, Senin (17/6/2019) mengatakan dari total target penyaluran kredit Rp2,9 triliun saat ini baru sekitar Rp1,3 triliun yang bisa dipenuhi oleh bank dengan nasabah terbesar tersebut. Meski demikian, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penyaluran KUR BRI di Sumsel menjadi tolok ukur suksesnya penyaluran KUR bagi perbankan yang diberi kepercayaan menyalurkan kredit bagi pengembangan usaha dari pemerintah. "Sebesar 80 persen penyaluran KUR di Sumsel adalah dari BRI," tambah dia.

Dia memaparkan, faktor perlambatan penyaluran kredit karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi masyarakat di momen momen besar seperti Ramadan dan lebaran. Meski ada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, menurut dia, tidak berpengaruh terhadap minat masyarakat untuk mengajukan kredit." Pada bulan Juni ini pengajuan akan mulai normal kembali," lanjut Wayan.

Adapun target porsi penyaluran kredit KUR Mikro untuk di wilayah kerja kanwil Palembang yakni untuk Sumsel sebesar Rp1,5 triliun, lalu untuk Bangka Belitung Rp349 miliar dan Jambi Rp986 miliar.Sementara itu penyaluran untuk KUR Kecil di angka Rp600 miliar untuk tiga provinsi.

"Konsentrasi penyaluran KUR memang untuk usaha-usaha kecil yang dikelola masyarakat. Rata-rata nasabah yang mengajukan dari kalangan pedagang, yakni pengusaha warung kelontong," jelas dia.Sementara dari sisi rasio kredit macet (NPL) KUR berada di angka 0,5 persen. Hal tersebut, kata Wayan, mengindikasikan nasabah tidak mengalami telat bayar karena menganggap cicilan kredit wajib dibayarkan tepat waktu."Sudah sangat baik angka NPL-nya dan ini yang akan kita jaga." kata dia.(mg3)

Syarat Pengajuan KUR BRI
- Identitas nasabah

Persyaratan Umum:
- Warga Indonesia (WNI)
- Usaha telah berjalan minimal 6 bulan
- Fotokopi KTP el (E-KTP) dan Kartu Keluarga
- Fotokopi surat nikah (bagi yang sudah menikah)
- Surat ijin usaha (SIUP, TDP, SITU, HO) atau keterangan usaha dari kelurahan atau kecamatan
- Fotokopi dokumen jaminan utuk kredit di atas Rp 25 juta
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk kredit diatas Rp 50 juta
- Laporan Keuangan berisi laporan laba dan rugi. Pembuatan laporan keuangan akan dibantu tim BRI.

Pengajuan KUR bisa dengan datang langsung ke kantor cabang/unit BRI atau melalui aplikasi BRISpot. Layanan pengajuan KUR BRI secara paperless, meliputi proses pengajuan kredit melalui aplikasi berupa foto berkas permohonan, analisa kredit kredit. Pada proses pencairan barulah nasabah datang ke kantor cabang/unit BRI.

====

Penulis: Jati Purwanti
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved