Francesco Totti ' Pangeran Yang Tak Pernah Jadi Raja ' Tinggalkan AS Roma Setelah 30 Tahun Mengabdi

Setelah 30 tahun mengabdi sebagai pemain dan duduki jabatan Dirwktur AS Roma, Francesco Totti akhirnya mengundurkan diri padasenin ( 17/6/ 2019)

Francesco Totti ' Pangeran Yang Tak Pernah Jadi Raja ' Tinggalkan AS Roma Setelah 30 Tahun Mengabdi
Twitter/@OfficialASRoma
Fransesco Totti, legenda AS Roma 'Pangeran yang Tak Pernah Jadi Raja' 

SRIPOKU.COM - siapa yang tidak kenal dengan pemain sepak bola legendaris klub seri A liga Italia AS Roma ini. Baru-baru ini dikabarkan jika sang legenda tersebut mengundurkan diri setelah 30 tahun mengabdi sebagai pemain dan direktur klub yang bermarkas di Roma tersebut.

Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (17/06/19) kemarin, Totti mengungkapkan bahwa dirinya merasa tak dianggap oleh para petinggi AS Roma, khususnya saat memberi saran untuk perekrutan pemain.

Seperti yang baru saja dilontarkan oleh sang legenda kepada media olahraga Italia baru-baru ini. Dia menjelaskan bahwa para petinggi Roma sangat cuek dengan nama-nama yang disodorkan oleh pelatih sebelumnya, Eusebio Di Francesco.

Disebut-sebut sebagai Pangeran Roma, kisah Francesco Totti hingga akhirnya mengundurkan diri dari AS Roma pun sangat memilukan. Istilah 'Pangeran yang tak pernah jadi Raja' terasa pantas disematkan pada kisah Totti yang menyedihkan.

Setelah menjalani 30 tahun karier sebagai pemain dan duduk di manajemen, Francesco Totti pergi dari AS Roma dengan menyisakan kekesalan dan amarah.

"Ini adalah hari yang sebenarnya tidak pernah diharapkan akan datang," kata Francesco Totti dalam jumpa pers seperti dikutip dariFootball Italia.

 
"Saya merasa tidak bisa mengekpresikan diri di sini. Saya tidak pernah dilibatkan dalam proyek-proyek penting," tuturnya.

Mantan kapten AS Roma itu ditunjuk menjadi petinggi klub selepas pensiun pada musim panas 2017 itu.

Menurut Totti, tahun pertama sebagai direktur dirinya sudah tahu dengan gelagat tak sedap itu. Namun, dia memakluminya karena tahu diri bahwa masih baru di jajaran manajerial.

"Namun, pada tahun kedua, saya tahu apa yang harus dilakukan tetapi kami justru tidak pernah saling membantu. Tidak kompak," ucap Totti.

Halaman
123
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved