Wawancara Eksklusif: Kalau Masuk Penjara Itu karena Papa tidak Mau Ikuti Kehendak Wong

Pasca ditetapkannya lima komisioner KPU Kota Palembang sebagai tersangka dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu oleh Penyidik Polresta Palembang. Ket

Wawancara Eksklusif: Kalau Masuk Penjara Itu karena Papa tidak Mau Ikuti Kehendak Wong
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Eftiyani SH-Ketua KPU Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pasca ditetapkannya lima komisioner KPU Kota Palembang sebagai tersangka dugaan pelanggaran tindak pidana pemilu oleh Penyidik Polresta Palembang. Ketua KPU Kota Palembang H Eftiyani SH secara blak-blakan mengungkapkan masalah yang tengah dihadapinya dalam sesi wawancara eksklusif dengan wartawan Sriwijaya Post Abdul Hafiz

Ditetapkan Jadi Tersangka, Eftiyani: Kami tidak Punya Niat Menghilangkan Hak Pilih Warga Negara

Ketua KPU Palembang Eftiyani Mengaku Telah Di-BAP Gakumdu Terkait Laporan Bawaslu tak Laksanakan PSU

QUESTION: Bagaimana Anda dan keempat rekan komisioner KPU Palembang merespon ditetapkan statusnya sebagai tersangka?
ANSWER: Terkait respon terhadap penetapan sebagai tersangka, yo kalau status kami sebagai tersangka sudah tidak bisa dielakkan lagi. Sudah menjadi konsumsi nasional dan itu sudah menjadi keputusan hukum yang telah dilakukan penyidik Polresta Kota Palembang. Dan kami KPU Kota Palembang lima komisioner menghormati itu kami akan mengikuti proses hukum ini dengan baik. Kami tidak akan menghilangkan alat bukti, karena alat bukti sudah disita. Nak menghindar, menghindar kemano? Tanggungjawab di KPU ini besar. Jadi kami hadapi persoalan dengan tenang.

QUESTION: Apakah Anda kaget atau sudah menduga sebelumnya?
ANSWER: Yo, kaget dak kagetlah. Hari Rabu tanggal 12 Juni kami menerima. Agak merasa aneh kok kami bisa ditetapkan sebagai tersangka. Aneh ngapo cak ini? Tapi yo sudahlah. Kito kan lah tahu latar belakang sampai kami jadi tersangka semua ini kan kita lah paham. Saya tidak masalah.

QUESTION: Apa langkah setelah begitu ditetapkan sebagai tersangka? Siapa pengacara yang disiapkan?
ANSWER: Kemudian langkah setelah itu aku berkoordinasi dengan pengacara yang kita tunjuk (Kantor Pengacara Sri Sulastriana SH). Kebetulan beliau masih di Yogyakarta karena ada keluarganya meninggal, yo aku kirim bae status penetapan tersangka ke beliau.

QUESTION: Seserius apa tuntutan ini bagi KPU dan bagi diri Anda secara pribadi?
ANSWER: Kalau soal seseriusan ini, tapi alhamdulillah kalau untuk masalah bagi KPU dan pribadi. Sikap KPU Provinsi, sikap KPU RI, sikap DKPP sebagai penyelenggara tegas bahwa ini bicara lembaga bukan pribadi-pribadi. Secara pribadi, aku jugo dak begitu pusingkan. Karena yang penting aku ditetapkan sebagai tersangka ini bukan karena korupsi, tapi ditetapkan tersangka karena kebijakan politik. Dimana kami berlima komisioner KPU Kota Palembang mengambil risiko dan berisiko untuk menegakkan kebenaran aturan, kebenaran hukum tetap ada risiko. Apalagi kalau kami melakukan pelanggaran hukum. Wong dak berbuat jujur berisiko. Dan ini risiko lembaga politik seperti KPU. Jadi dak katek problem.

QUESTION: Bagaimana kalau status tersangka ini berpengaruh juga pada status Anda sebagai Ketua KPU?
ANSWER: Kalau sampai saat ini kan soal status tersangka ini terhadap jabatan sebagai Ketua KPU Kota Palembang itu kembali lagi ini urusan lembaga. Tapi yang jelas azaz praduga tidak bersalah berlaku untuk kami. Sepanjang kami belum status narapidana, maka kami punya azaz praduga tidak bersalah. Harus dibuktikan dulu. Soal status kami berlima, aku Ketua KPU, yang lain anggota KPU Palembang diambilalih di situ kan ada aruran tersendiri. Dengan status tersangka, tidak ada tindakan administratif atau diberhentikan itu tidak ada. Kecuali kalau sudah status narapidana.

QUESTION: Apakah ada kemungkinan dicopot atau masih aman jabatannya?
ANSWER: Kalau soal ancaman masih aman tidaknya jabatan Ketua KPU, ini amanah. Hari ini aku masih diamanahkan sebagai Ketua KPU, besok aku tidak lagi, kito terimo. Seperti dulu setelah aku jadi Ketua KPU 2009-2013 kemudian aku dak terpilih lagi. Aku maju jadi Calon Bupati PALI dak terpilih memang Tuhan belum memberikan aku amanah. Terus hari ini aku diberikan amanah oleh Tuhan untuk melaksanakan kewajiban aku di KPU. Namonyo kehidupan dek. Dak katek problem. Karena bagiku, aku lah jalankenyo. Hari ini di pucuk, besok di bawah. Hari ini bawah, besok di pucuk itu Tuhan galo yang ngatur. Dan kita ikhlas untuk menerima dan melaksanakan itu.

QUESTION: Bagaimana respon keluarga Anda ketika mendengar kabar tentang ditetapkannya Anda sebagai tersangka? Bagaimana Anda memberikan penjelasan kepada keluarga?
ANSWER: Nah untuk keluarga jujur awalnya terpukul tapi kita jelaskan bahwa kepada anak biniku, menantuku, keluarga internalku saya sampaikan bahwa tenang bae, kalaupun masuk penjaro, papa bukan kareno korupsi. Bukan kareno papa nerimo suap caleg, papa dilaporkan ini bukan kareno gelapke duit KPU. Tapi kareno papa idak galak nurutke kendak wong, kasarnyo. Nah ini risiko politik pilihan papa terjun ke dunio politik. Dan keluargaku siap.

QUESTION: Apakah ada yang Anda sesalkan dampak dari kejadian ini?
ANSWER: Jujur saya seharusnya tanggal 20 berangkat ke Malaysia mau berobat. Cuma karena tiket dan segala macam itu, dem kamu liburanlah. Aku dak berangkat. Tapi anak bini, cucungku tetap berangkatlah. Lah kepalang terpesan tiket, hotel di depan rumah sakit. Memang idak liburan selamo puaso ini. Karena aku kan kontrol berobat ke Malaysia. Tanggal 20 ini rencana. Cuma karena idak pacak berangkat. Dak pacak ninggalke Palembang karena kawan-kawan perlu berkoordinasi. (fiz)

====

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved