Liga 1 2019

Tak Lengkapi Kreteria, Penggunaan VAR pada Liga 1 2019 Dipastikan Batal

Tak Lengkapi Kreteria, Penggunaan VAR pada Liga 1 2019 Dipastikan Batal

Tak Lengkapi Kreteria, Penggunaan VAR pada Liga 1 2019 Dipastikan Batal
NDARU GUNTUR/BOLASPORT.COM
Tak Lengkapi Kreteria, Penggunaan VAR pada Liga 1 2019 Dipastikan Batal 

Tak Lengkapi Kreteria, Penggunaan VAR pada Liga 1 2019 Dipastikan Batal

SRIPOKU.COM - Beberapa waktu yang lalu kompetisi di Indonesia dihebohkan akan mengalami kemajuan dengan rencana pengunaan video assitant referee (VAR), tetapi akhirnya penggunaan tersebut dipastikan tidak akan terealisasi alias batal diterapkan di kompetisi Liga 1 2019.

Kepastian batalnya penggunakan VAR dalam kompetisi Liga 1 2019 dikarenakan kekurangan sumber daya manusia (SDM) hingga beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

Batalnya penggunakan VAR dalam Liga 1 2019 dipastikan batal tersebut diungkapkan langsung Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria.

Ratu Tisha mengindikasikan bahwa batalnya VAR pada Liga 1 2019 masih banyak yang harus dipenuhi sehingga rencaan untuk VAR dibatalkan.

Hasil Klasemen MotoGP 2019: Marc Marquez Kokoh di Puncak, Valentino Rossi Tetap Posisi Lima

Rekor Mirip Conte dan Allegri, Maurizio Sarri Jaminan Meneruskan Tradisi Juara Juventus

Jelang Kualifikasi Piala Dunia, Timnas Indonesia Masih Banyak PR

Dijelaskannya, penggunaan VAR membutuhkan waktu hingga 1,5 tahun untuk persiapan sebelum bisa digunakan secara resmi.

"Perencanaan untuk VAR itu yang pertama adalah area SDM," kata Ratu Tisha, Senin (17/6/2019).

"Jadi, kami sudah registrasi, kalau baca bukunya IFAB, itu ada 18 kriteria yang harus dipenuhi, mulai training dan lain sebagainya."

"Preparation itu 1 sampai 1,5 tahun, dengan posisi memiliki jumlah wasit FIFA yang minimum. Kira-kira kita butuh dua tahun untuk pengembangan SDM-nya sendiri," ujarnya menambahkan.

Ratu Tisha menjamin, batalnya hal ini bukan terjadi lantaran kesulitan dana lantaran VAR membutuhkan biaya investasi yang besar.

Sekjen wanita pertama dalam sejarah PSSI itu menegaskan bahwa semua hal membutuhkan proses, tak bisa langsung dipaksakan.

"Minimum itu mereka harus ada tiga operator di balik layar, dua di antaranya harus referee yang sudah dapat training oleh VAR itu," ucapnya.

"Kemudian di tengahnya tidak mesti wasit FIFA, tetapi ada referee yang memang sudah dapat training penggunaaan alat komunikasi yang link dengan VAR," tuturnya.

"Jadi dalam satu match saja minimum tuh empat, ada cadangan satu untuk asisten wasit, biasanya lima, tambah yang di bek (belakang) ada dua," katanya lagi.

"Jadi kita harus sedia tujuh referee per-match yang sudah dapat training selama kurang lebih 6 sampai 8 bulan oleh FIFA," ucapnya lagi.

Penulis: adi kurniawan
Editor: Budi Darmawan
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved