Berita Daerah

Zamzami Foundation Club Lahat, Bantu Warga Miskin Terapkan Subsidi Silang

Berdiri sejak 2010, yayasan yang awalnya hanya diperuntukkan bagi warga miskin ini kini menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit di Kabupaten Lah

Zamzami Foundation Club Lahat, Bantu Warga Miskin Terapkan Subsidi Silang
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Ketua Yayasan Paud Zamzami Foundation Club Lahat, Dra, Septiana Zuraida, SH MSi 

Laporan wartawan Sripoku. Com Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT  - Berawal dari niat yang tulus untuk membantu warga miskin, keberadaan Paud Zamzami Foundation Club Lahat, tidak berperan mencerdaskan dan membekali akhlak anak namun, turut serta membantu kalangan tidak mampu agar tetap bisa belajar dan mengenyam pendidikan yang baik.

Berdiri sejak 2010, yayasan yang awalnya hanya diperuntukkan bagi warga miskin ini kini menjadi salah satu lembaga pendidikan favorit di Kabupaten Lahat.

Dikatakan Ketua Yayasan Paud Zamzami Foundation Club Lahat, Dra, Septiana Zuraida, SH MSi, awal berdiri siswa dan siswi berasal dari warga kurang mampu sehingga anak anak yang belajar di Zamzami foundation club lahat, tidak dipungut biaya aluas gratis.

Untuk pembiayaan sendiri, ujar Istri mantan Wali Kota Lubuk Linggau, Drs H Ridwan Effendi, SH MSi, ini dari keluarga besar Zamzami Ahmad. Namun, seiring berjalan waktu banyak warga yang secara ekonomi menengah keatas memasukkan anaknya ke Zamzami foundation.

"Kita tak mungkin menolak bagi siapa saja yang ingin anaknya dididik di Zamzami foundation. Namun, tak mngkin juga diberikan gratis bagi warga yang kaya. Sehingga diterapkanlah subsidi silang sehingga yang kaya bayar dan yang miskin gratis, "ujar Septiana, Minggu (16/6).

Anak-anak paud Zamzami Foundation Club lahat
Anak-anak paud Zamzami Foundation Club lahat (SRIPOKU.COM/EHDI AMIN)

Menurutnya, saat ini 25 persen anak anak yang berada di Zamzami Foundation mendapatkan bantuan gratis. Sementara, untuk sistem dalam pembelajaran yang diterapkan yakni fokus pada pembekalan akhlak dan karakter anak tanpa menekan kemampuan kreasi dan inovasi yang dimiliki siswa siswi.

Bagi Septiana, membangun dunia pendidikan di Kabupaten Lahat, adalah panggilan jiwa terlebih ia dan Sang Suami pernah mengenyam pendidikan dan berasal dari Lahat. Dikatakanya, ia dan keluarga ingin turut serta dalam mengembalikan kejayaan Kabupaten Lahat, sebagai kota pelajar di Sumsel.

Menurutnya, banyak orang 'besar'salah satunya Prof Emil Salim, yang mengenyam pendidikan di Lahat.

"Insaallah ini bagian dari ibadah kita akan tetus berusaha mengembangkan lembaga pendidikan dan semaksimal mungkin bisa berperan bagi warga miskin, "tambahnya. Cr22

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved