Berita Palembang

Prasasti Kedukan Bukit Akan Tampil Di Festival Sriwijaya Ke-28 di Benteng Kuto Besak

Prasasti Kedukan Bukit Akan Tampil Di Festival Sriwijaya Ke-28 di Benteng Kuto Besak

Prasasti Kedukan Bukit Akan Tampil Di Festival Sriwijaya Ke-28 di Benteng Kuto Besak
SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO
Prasasti Kedukan Bukit Akan Tampil Di Festival Sriwijaya Ke-28 di Benteng Kuto Besak 

Laporan wartawan SRIPOKU.COM, HARIS WIDODO

PALEMBANG SRIPO - Acara festival Sriwijaya kembali hadir di Kota Palembang, acara tahunan tersebut kali ini bakal di kemas secara berbeda, pasalnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan menampilkan hal yang beda pada acara tahunan ke-28 kali ini.

Dengan mengusung tema “Sriwijaya Bangkit Maju Bersama” Bersatu dalam keberagaman Budaya yang akan di selenggarakan pada tanggal 16-22 Juni 2019 di pelataran Benteng Kuto Besak selama 7 hari kedepan.

“Bedanya kali ini aka nada tarian teaterical yang dibantu oleh Deni Malik tentang suatu perjalanan dari raja Sriwijaya Dahpunta Hiyang yang dapat berhasil keluar dari masa kegelapan,” ujar Aufa Syahrizal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan melalui Cahyo Sulistianingsih Kabid Kebudayaan.

Suzuki New Carry Pickup : Disuka Karena Kepalanya Bagus Lebih Besar dan Bak Muatan Lebih Luas

VIDEO Cuplikan Gol & Hasil Akhir Timnas Indonesia vs Vanuatu, Diwarnai Pesta Gol Beto dan Evan Dimas

Hadiri Milad ke-40, Herman Deru Minta UMP Jaga Kepercayaan Masyarakat

Tarian tersebut dibalut dengan tarian kontemporer tidak hanya itu para penari dari 17 kabupaten kota seluruh Sumsel.

Dari keterangannya dipilihnya koreografer Deni Malik karena bantuan dari Kementrian Pariwisata.

15-20 personil dilibatkan dalam tarian kontemporer tersebut dan persiapannya pun hanya 2 minggu untuk dapat tampil terbaik nanti pada pembukaan acara festival Sriwijaya latihan pun sangat disiplin di laksanakan agar kesalahan pada saat nanti di minimalisir.

Ke 17 penari dari kabupaten kota Se-sumsel itu juga akan berlomba di Plataran BKB yang tampil di panggung berbentuk perahu cadik khas masa kerajayaan Sriwijaya dan itu dipilih karena simbol dari kejayaan kemaritiman Sriwijaya dan juga simbul kemajuan.

Ia menghimbau agar warga Sumatera Selatan dapat hadir di acara tersebut. karena aka nada pertunjukan yang berbeda pada pelaksanaannya dan juga sebagai sebagai bentuk ekspresi kebudayaan Sumatrera Selatan. Sekaligus promosi pariwisata Sumatera Selatan.

Penulis: Haris Widodo
Editor: adi kurniawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved