5 Komisioner KPU Palembang Tersangka

Kronologi Penetapan Tersangka 5 Komisioner KPU Kota Palembang oleh Polresta Palembang

Terkait ditetapkannya 5 tersangka Komisioner KPU Kota Palembang oleh Satreskrim Polresta Palembang atas dugaan tindak pemilu, 11 Juni 2019

Kronologi Penetapan Tersangka 5 Komisioner KPU Kota Palembang oleh Polresta Palembang
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah. Kronologi Penetapan Tersangka 5 Komisioner KPU Kota Palembang oleh Polresta Palembang 

Kronologi Penetapan Tersangka 5 Komisioner KPU Kota Palembang oleh Polresta Palembang

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Terkait ditetapkannya 5 tersangka Komisioner KPU Kota Palembang oleh Satreskrim Polresta Palembang atas dugaan tindak pemilu, 11 Juni 2019, berawal dari adanya temuan Bawaslu Kota Palembang.

Kemudian dilaporkan ke Polresta Palembang pada 22 Mei 2019.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, adanya dugaan tindak pidana pemilu dalam hal penyelenggara pemilu melakukan tindak pidana yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya, yang diduga dilakukan oleh Ketua dan Komisioner KPU Kota Palembang dengan cara tidak melaksanakan secara keseluruhan rekomendasi Panwascam Kecamatan IT II Palembang dan PPK Kecamatan IT II Palembang.

Dimana, temuan Bawaslu kota Palembang, banyaknya terjadi kekurangan surat suara di wilayah kecamatan IT II.

Ditetapkan Jadi Tersangka, Eftiyani: Kami tidak Punya Niat Menghilangkan Hak Pilih Warga Negara

BREAKING NEWS: Satreskrim Polresta Palembang Tetapkan 5 Tersangka Komisioner KPU Kota Palembang

BREAKING NEWS: Yetty Oktarina Komisioner KPU Palembang Ditetapkan Tersangka, Ini Kasusnya!

Setelah mendapati temuan itu, panwascam membuat suatu temuan dan membuat surat kepada PPK kecamatan IT II, untuk meminta dilaksanakan pemungutan suara lanjutan (PSL), dengan lampiran 70 TPS yang diajukan PSL.

Kemudian PPK membuat usulan ke KPU kota Palembang untuk dilaksanakan PSL dan satu TPS meminta PSL untuk DPR RI.

Atas surat itu ditindaklanjuti KPU kota Palembang dengan memutuskan untuk dilaksanakan PSL dan KPU hanya memutuskan dilaksanakan PSL di 16 TPS.

Dan sisanya 54 TPS tidak ditetapkan untuk PSL.

Hal inilah mengakibatkan masyarakat yang mempunyai hak pilih di 54 TPS tersebut kehilangan hak pilihannya.

Hal inilah juga terjadi adanya dugaan tindak pidana pemilu, sebagaimana dimaksud dalam primer pasal 554 Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Jo Pasal 55 ayat (1) Ke 1 KUHP subsideir Pasal 510 Undang-Undang No 7 Tahun 2017.

Sementara Kapolresta Palembang, Kombes Pol Didi Hayamansyah, ditanya terkait adanya penetenapan 5 tersangka komisioner KPU Kota Palembang, membenarkan adanya penetapan tersangka tersebut oleh Sat Reskrim Polresta Palembang.

"Sudah kita periksa, namun 5 komisinoer KPU tersebut tidak dilakukan penahanan," ungkap Kapolresta Palembang didampingi Kasat Reskrim, Kompol Yon Edi Winara, Sabtu (15/6/2019).

Ditambakan Didi, ancamannya sendiri ke-5, kurungan penjara 2 tahun dan denda 24 juta.

"Hingga kini kita juga sedang mengambil keterangan saksi," singkatnya.

Penulis: Andi Wijaya
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved