Pemilu 2019

Nonton Video Conference Sidang Sengketa Pilpres di FH Unsri Indralaya Berjalan Aman dan Lancar

Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya menggelar acara nonton video conference jalannya sidang sengketa Pemilu Presiden 2019

Nonton Video Conference Sidang Sengketa Pilpres di FH Unsri Indralaya Berjalan Aman dan Lancar
FOTO: Rahmat Mulia, Mahasiswi FISIP Unsri
Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara (keempat dari kiri) saat menghadiri acara nonton video confrence jalannya sidang sengketa Pemilu Presiden 2019 di Gedung Dekanat Fakultas Hukum Universitas Sriwjaya Kampus Indralaya Zona G Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Jumat (14/06/2019). 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar acara nonton video conference jalannya sidang sengketa Pemilu Presiden 2019 di Gedung Dekanat Fakultas Hukum Universitas Sriwjaya (Unsri) Kampus Indralaya Zona G Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Jumat (14/06/2019).

Kapolda Sematera Selatan, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Kapolres Ogan Ilir datang langsung ke Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya didampingi Dekan Hukum Dr Febrian SH MS.

Kapolda Sumatera Selatan menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan KPU Sumsel mengenai sengketa pemilu presiden di Sumatera Selatan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak KPU Sumsel mengenai sengketa pemilu presiden di Sumatera Selatan dan bukti-bukti simpulan tentang gugatan telah dikumpulkan dan dibawa ke pusat untuk diperlihatkan," kata Kapolda Sumsel, Zulkarnain Adinegara di Gedung Fakultas Hukum Univeritas Sriwijaya, Indralaya.

"Pihak KPU Sumsel telah mengirimkan enam container ke pusat sebagai bukti rekapitulasi suara. KPU Sumsel juga siap memberikan saksi, jika dimintai keterangan oleh Mahkamah Konstitusi," ujar Zulkarnain Adinegara.

KPU Sumsel selalu siap memeberikan bukti serta kesaksian jika dimintai keterangan oleh MK sampai sidang selesai pada tanggal 28 Juli.

Karena sidang sengketa pemilu Presiden diadakan di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, maka pihak kepolisian selaku petugas keamanan mengawal ketat acara nonton sidang sengketa pemilu presiden untuk menghindari terjadinya kerusuhan di acara nonton tersebut.

"Kebetulan nonton sidang sengketa diadakan di Fakultas Hukum Unsri, kami selaku pihak keamanan melakukan pengawalan untuk mencegah kerusuhan di provinsi kita," ujarnya.

"Setelah kami lihat, ternyata kondisi dalam acara nonton sengketa pemilu presiden ini berjalan aman dan lancar, menurut kami 10 orang anggota pun cukup untuk mengawalnya," lanjut Kapolda.

Dikatakan Kapolda Sumsel mengatakan, gugatan sengketa pemilihan legislatif pada tanggal 01 Juli 2019 nantinya akan lebih menarik karena pihak berkepentingan langsung.

Sampai saat ini, terdapat 27 substantif yang mengajukan gugatan, 2 dari DPR RI, 4 DPR provinsi, 21 DPRD kabupaten/kota.

"Untuk itu kami nanti akan menyesuaikan berapa besar pengamanan yang diperlukan untuk mengawal sidang pileg pada 01 Juli mendatang," tutupnya.

Penulis: Rahmat Mulia, Mahasiswi FISIP Unsri

Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved