Berita Daerah

Diserang Hama Ulat, Puluhan Ha Tanaman Jagung di Martapura Alami Gagal Panen

Sedikitnya 20 Hektare (Ha) lebih tanaman jagung berusia sekitar satu bulan dipastikan gagal panen akibat serangan hama ulat

Diserang Hama Ulat, Puluhan Ha Tanaman Jagung di Martapura Alami Gagal Panen
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
HAMA ULAT - Hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani sehingga menyebabkan kegagalan panen. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA --- Sejumlah petani jagung yang berada di Desa Tanjung Kemalabarat Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur dan sekitarnya khawatir pasca adanya serangan hama ulat pada tanaman jagung mereka. Sedikitnya 20 Hektare (Ha) lebih tanaman jagung berusia sekitar satu bulan dipastikan gagal panen akibat serangan hama ulat yang menyerang seluruh batang jagung tersebut.

Menurut Jamil (53) petani jagung asal Desa Tanjungkemala mengatakan, hampir seluruh tanaman jagung miliknya seluas 21 hektar dan milik petani lainnya diserang hama ulat sejak dua minggu terakhir. Tanaman jagung yang diserang ulat tersebut rata-rata baru berusia satu bulan lebih.

HAMA ULAT - Hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani sehingga menyebabkan kegagalan panen.
HAMA ULAT - Hama ulat yang menyerang tanaman jagung petani sehingga menyebabkan kegagalan panen. (SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA)

"Seluruh tanaman jagung yang ada dipenuhi ulat mulai dari batang maupun daun. Setiap batang jagung lebih dari dua puluh ulat menyerang. Bahkan ulat yang ada sampai bertelur dan beranak di batang jagung," ujarnya.

Dirinya sendiri diakui Jamil bukan tidak berusaha untuk membasmi hama ulat tersebut. Berbagai upaya dilakukan bahkan hampir seluruh obat dan racun serangga diberikan mulai dari disemprot sampai di tabur di batang jagung namun tidak ada hasil.

Peternak Unggas di Semendawai Suku III OKU Timur Antisipasi Peralihan Musim, Siapkan Vaksin

Arus Balik Lebaran, Pengendara Dihimbau Hati-hati Saat Melintas di Liku Endikat

Penutupan Piala Gubernur 2019 Rencananya Datangkan Grup Musik Slank

"Saya sampai mengeluarkan biaya lebih dari Rp. 5 juta untuk membeli obat membasmi ulat ini. Itupun belum termasuk upahnya. Bahkan ada yang menyarankan menyemprot obat di malam hari pun sudah dilakukan. Namun tetap saja hasilnya nihil. Justru serangan ulat semakin menggila," keluhnya.

Karena sudah tidak memiliki harapan lagi dalam membasmi hama ulat tersebut, Jamil bahkan memastikan 21 Ha tanaman Jagung miliknya mengalami gagal panen. Padahal lanjut dia, bibit jagung yang digunakan merupakan bibit unggul terbaik.

"Begitu juga dengan pupuk yang selalu dengan rutin dilakukan. Sekarang walaupun batang jagung ini masih hidup, pasti tidak akan menghasilkan buah. Karena batangnya saja sudah kerdil dan habis digerogoti ulat," katanya pasrah. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved