News Video Sripo

Video: Sopir Mengantuk Menjadi Penyebab Kecelakaan, Polda Sumsel Catat 9 Pemudik Tewas Kecelakaan

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, menggelar apel konsolidasi pelaksanaan Operasi Ketupat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan, menggelar apel konsolidasi pelaksanaan Operasi Ketupat Musi 2019, Kamis (13/6/2019).

Dalam apel yang digelar di Lapangan Mapolda Sumsel tersebut, sejumlah personel dari unsur pengamanan seperti Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Basarnas hingga Kesehatan dan Jalan juga turut hadir.

Menurut Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Dwie Asmoro, setidaknya ada 11 kecelakaan yang terjadi selama pelaksanaan operasi Ketupat Musi 2019, 29 Mei samai 10 Juni lalu.

Terbang ke London, Juventus Temui Chelsea dan Man United Sekaligus

Gelar Pesta Ulang Tahun Bak Royal Wedding, Ini Fakta Jordi Onsu Adik Kandung Ruben Onsu, Wajar Tajir

Bripka Fernando Tembak Dua Anggota TNI; Diduga Salah Paham, Kedua Pihak Sudah Berdamai

= = =

Gubernur Sumsel Herman Deru: Bekerjalah dengan Ikhlas Jangan Berorientasi dengan Duit

Dimana dari kejadian tersebut, ada 9 korban meninggal dunia, 22 luka ringan dan kerugian materil hingga Rp122 juta.

"Penyebabnya, melanggar rambu dan marka jalan. Kemudian menyalip tidak aman di tikungan, kemudian faktor kendaraan ada beberapa seperti pecah ban. Berikutnya faktor manusia mengantuk, terakhir kecepatan," ujarnya saat diwawancarai usai apel konsolidasi.

Namun pihaknya mengatakan, sejauh ini kondisi jalan pada umumnya masih lancar.

Meski ada beberapa titik kemacetan yang ada seperti di Pasar Indralaya, kawasan Betung dan beberapa tempat wisata lantaran antusias warga saat libur Idul Fitri 2019 lalu.

"Seperti Danau Ranau yang kita tau karena antusias masyarakat saat hari Libur Lebaran, khususnya H+1, 2 dan 3. Saat itu silaturahmi lokal dan masyarakat yang wisata itu, padat kendaraan," terangnya.

Aturan Naik Light Rail Transit

Polres OKU Kedepankan Sisi Humanis dalam Pelayanan, tak Diperkenankan Lakukan Kekerasan dan Arogansi

Ada yang Nikah 3 Kali, 11 Pasangan Seleb Ini Belum Juga Dikarunia Momongan, No 10 Berakhir Cerai!

Ada juga beberapa titik rawan kriminalitas yang didata, seperti daerah Mesuji, Tugumulyo dan lain-lain. Tapi, tetap dilakukan upaya preventif meski secara faktual tidak ada kejadian yang menyerang pemudik saat arus mudik dan arus balik.

"Pada prinsipnya sama, kita gelar pos pengamanan 39 pos dan 20 pos pelayanan, baik jalan umum maupun jalan tol untuk mengantisipasi hal-hal yang tadi disampaikan, kemacetan, kecelakaan dan rawan kriminalitas," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara bersyukur karena pada saat arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2019, tidak ada kejadian yang bersifat besar dan mengancam dalam skala besar.

Sehingga, pengamanan arus kendaraan bisa dinilai berjalan dengan baik.

"Sesuai dengan prediksi kita, tidak ada misalnya bentuk ancaman seperti ancaman terorisme atau ancaman mengenai pemudik. Mudah-mudahan aman," jelasnya.

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Ahmad Helmi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved