Mantan Mendikbud M Nuh Resmi Jadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022.

Mantan Mendikbud, M Nuh resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019-2022.

Mantan Mendikbud M Nuh Resmi Jadi Ketua Dewan Pers Periode 2019-2022.
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Mantan Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (kedua dari kanan), saat berfoto bersama anggota Dewan Pers yang baru, pada acara Pamit Sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016 - 2019 dengan periode 2019 - 2022, di lantai 4 Hotel San Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019). 

SRIPOKU.COM, JAKARTA  - Mantan Mendikbud, M Nuh resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019-2022.

Acara pisah sambut antara ketua lama Yosep Adi Prasetyo dengan M.Nuh digelar  di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan MH Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).  

Mantan Ketua Dewan Pers,Yosep Adi Prasetyo, memberi sambutan selamat datang kepada penerusnya, Mohammad Nuh.

Yosep, sapaannya, mengharapkan Mohammad Nuh agar dapat menjalankan tugas dengan baik.

"Banyak ahli pers kita yang masuk ke politik, yang masuk ke partai, tentu tidak bisa lagi digunakan keahliannya.

Tugas dewan pers nanti yang baru dibawah kepimpinan pak Nuh, adalah melatih kembali, merebut kembali alih pers-alih pers jangan sampai kasus pers dibawa ke kasus pidana, maupun perdata, kalau bisa diselesaikan di dewan pers," kata Yosep, pada acara Pamit Sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016 - 2019 dengan periode 2019 - 2022, di Hotel San Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019).

Yosep melanjutkan, tugas pertama Mohammad Nuh sebagai Ketua Dewan Pers periode 2019 - 2022 cukup berat.

"Kita tahu setelah libur Idul Fitri sudah ada PR (Pekerjaan Rumah)Dewan Pers ini karena ada liputan yang dilaporkan. Saya kiraDewan Pers akan mencoba menyelesaikan dengan UU 40 tahun 1999. PR yang berat bagi Dewan Pers ke depan adalah bagaimana membuat kemerdekaan pers di republik ini, tapi meningkatan profesionalitasnya jangan sampai kemudian ditemukan media-media yang tidak jelas," jelasnya.

Yosep pun berharap, agar lembaga Dewan Pers semakin lebih untuk ke depannya. Khususnya dalam masa kepemimpinanMohammad Nuh.

"Saya berharap Dewan Pers ke depan itu pekerjaannya lebih lancar. Saya kira, pers merupakan bagian penting dalam demokrasi ini, karena kita tau ketika eksekutif bermasalah, yudikatif bermasalah, legislatif bermasalah, pers yang menjadi pilar keempat berdemokrasi yang bekerja. Pers yang harus tepat dan kritis menyampaikan kritik-kritiknya, pers harus menyampaikan peringatan-peringatan sebagai bagian early warning system," pungkasnya. (  TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat)

====

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved