Berita Pagaralam

Pedagang Rotan Pagaralam Kecipratan Berkah Arus Balik

Para pengrajin anyaman rotan di Kota Pagaralam saat ini menikmati berkah arus balik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Pedagang Rotan Pagaralam Kecipratan Berkah Arus Balik
SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
KERAJINAN ROTAN--Para penjual kerajinan rotan di Pagaralam yang mendapat berkah arus balik lebaran 1440 Hijriyah, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Wartawan sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Para pengrajin anyaman rotan di Kota Pagaralam saat ini menikmati berkah arus balik hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Pasalnya kerajinan anyaman rotan yang mereka jajakan ditepi jalur lintas Pagaralam-Lahat tepatnya di Desa Tanjung Menang Kecamatan Dempo Selatan sangat digandrungi pemudik yang akan kembali ke tempat asal masing-masing.

Puluhan outlet pengrajin anyaman berbagai bentuk tersebut, mulai dari bakul, pas bunga sampai Tempat Tisu mobil ramai disinggahi pemudik. Bahkan ada pemudik yang sengaja membeli dengan jumlah banyak untuk dijadikan buah tangan.

Pantauan sripoku.com, Rabu (12/6/2019), meskipun saat ini jumlah kendaraan arus balik tidak seramai pada H+3 sampai H+5 lalu, namun masih banyak pemudik yang singgah untuk membeli anyaman rotan khas Kota Pagaralam tersebut.

Salah satu pengrajin, Sus (45) mengatakan, pihaknya saat ini kabagian berkah arus balik lebaran. Hal ini disebabkan banyaknya pembeli kerajinan mereka saat arus balik.

"Waktu arus mudik pembeli tidak sebanyak ini. Namun pas arus balik ini kami sampai kewalahan melayani pembeli kerajinan kami ini," ujarnya.

Para pembeli merupakan warga Kota Pagaralam yang tinggal diluar Pagaralam yang sengaja mudik lebaran. Namun ada juga wisatawan luar dari Kota Pagaralam yang memang menjadi kerajinan ini sebagai buah tangan mereka.

"Kerajinan yang paling banyak diburu pembeli yaitu bakul dan keranjang baju. Selian itu ada juga yang membeli tas dari rotan," katanya.

Empat Hal Ajaib Manfaat Bekas Teh Celup

Polytron Raih Penghargaan The Best Digital Customer Service 2019 dari SWA

Hardensi (36) penjual lainnya mengatakan, para pengrajin memang sudah menyiapkan kerajinan mereka sejak lama untuk dijual saat arus mudik dan arus balik. Pasalnya pada hari biasa pembeli kerajinan rotan ini juga tidak banyak.

"Kalau hari-hari biasa kami kadang tidak jualan pak, sebab tidak banyak pembeli. Sehari kadang tidak ada satupun barang kami yang terjual," jelasnya.

Jadi momen-momen seperti libur lebaran, tahun baru dan libur sekolah menjadi berkah tersendiri untuk para pengrajin anyaman rotan di Pagaralam tersebut.

Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Dewi Handayani
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved