Berita Palembang

IRT, Warga Palembang Ini Jadi Korban Penipuan Jual-Beli Online di Media Sosial Instagram

Nahtadia Laksitasari (27) warga Jalan Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang menjadi korban penipuan jual-beli online.

IRT, Warga Palembang Ini Jadi Korban Penipuan Jual-Beli Online di Media Sosial Instagram
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Nahtadia (27), ketika melapor ke Polresta Palembang, lantaran jadi korban penipuan, Rabu (12/6). 

Laporan wartawan sripoku.com, Andi Wijaya

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Kasus penipuan jual-beli online yang memanfaatkan media sosial Instragram kembali terjadi di Palembang.

Kali ini korbannya Nahtadia Laksitasari  (27) ibu rumah tangga, warga Jalan Cempaka Dalam Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil Palembang.

Penipuan tersebut terjadi pada Jumat (7/6) sekitar Pukul 22.05, saat pelapor mentransferkan sejumlah uang tanda jadi pembelian ponsel Iphone 8 Plus yang tertera di Iklan Instragram terlapor.

"Saat itu saya lihat iklan terlapor yang mana waktu itu terlapor memasang iklan penjualan ponsel Iphone 8 Plus dengan harga miring yakni Rp 4.250.000, kemudian saya tertarik hingga saya menghubungi pelaku melalui WhatsApp dengan nomor 082323351118 dan 085333598609,"ungkapnya, Rabu (12/6).

Usai melakukan kontak dengan terlapor, kemudian pelapor menstransfer uang Rp1,5 juta sebagai tanda jadi ke rekening terlapor atas nama Reza Ardiansa Rustan dengan nomor rekening bank CIMB Niaga 704529550600 di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Sumsel Babel (BSB) Km 5 Palembang.

Namun terlapor menghubungi pelapor untuk kembali menstransfer sejumlah uang guna untuk Pernormalan barang yang dibeli.

"Ya pak saya diminta kembali menstransferkan sebesar Rp2.250.000 juta pak ke rekening yang sama pak," katanya.

29 Lurah dan Empat Camat Mangkir, Walikota Pagaralam Alpian Minta Sekda Tindak Tegas

Percakapan Anda di WhatsApp Tak Ingin di Screenshoot Orang Lain? Begini Cara Gampang Mencegahnya

Protes Kenaikan PBB, Puluhan Aktivis HMI Cabang Palembang Geruduk Kantor Walikota Palembang

Tanpa curiga pelapor kemudian kembali menstransferkan uang tersebut kepada terlapor pada Senin (10/6) di Kas BSB Cabang Burlian Palembang, namun beberapa jam kemudian pelapor di telepon oleh orang yang mengaku dari bea cukai.

"Usai menstransfer uang itu pak, beberapa jam kemudian saya ditelepon oleh orang yang mengaku dari bea cukai yang mana barang yang saya pesan tersebut ditahan karena barang tersebut non PPN,"kata dia.

Kemudian pelapor diminta transfer uang sebesar Rp 5 juta ke rekening yang sama di ATM Km 6 Palembang. "Ya pak saya disuruh transfer ke rekening yang sama, lantas saya turuti saja pak dan saya baru tersadar ketika suami saya curiga dengan saya yang menelpon dengan nomor yang sama dengan waktu yang cukup lama dan menuruti semua kemauan terlapor," ungkapnya.

Sementara , Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penipuan yang dialami pelapor yang mengalami kerugian mencapai Rp 8.750.000.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera kita tindaklanjuti laporan tersebut, untuk pasal yang digunakan dalam laporan ini yakni pasal 378 KUHP dengan ancaman penjara empat tahun penjara bila terbukti bersalah," ungkapnya. (diw).

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved