Saat Lebaran Kebutuhan Tenaga Kerja Pengganti Meningkat 5-6 Kali Lipat

Di masa cuti lebaran, kebutuhan tenaga kerja infal memang selalu meningkat pesat. Hal itu pun diakui oleh beberapa lembaga salah satunya Lembaga Pelat

Istimewa
Ilustrasi - pembantu rumah tangga. 

SRIPOKU.COM , JAKARTA - Di masa cuti lebaran, kebutuhan tenaga kerja infal (tenaga kerja pengganti) memang selalu meningkat pesat. Hal itu pun diakui oleh beberapa lembaga salah satunya Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Tiara Kasih Bunda.

Jadi Pembantu Rumah Tangga, Pemuda ini Berhasil Diwisuda dengan Predikat Magna Cum Laude

Pernah Jadi Pembantu Rumah Tangga, Wanita Cantik Ini Kini Jadi Ratu Kecantikan Filipina

Irena Elandana selaku pemilik LPK Tiara Kasih Bunda mengatakan, kebutuhan infal lebaran meningkat 5 sampai 6 kali lipat dibanding hari biasa.

"Kalau dari sisi jumlah peningkatannya dibanding hari biasa itu bisa naik 5 kali lipat. Kalau hari-hari biasa yang memesan infal sekitar 20-30 orang saja itu sudah banyak sekali, tapi kalau lebaran bisa 150 orang," kata Irena Elandana saat dihubungi Kompas.com, Senin (10/6/2019).

"Kalau dibanding tahun lalu naiknya bisa sekitar 10-15 persen," lanjutnya.

Peningkatan tahun ini, kata Irena, cenderung stabil meskipun di yayasannya terjadi penurunan jumlah tenaga kerja permanen sekitar 20 persen. Tapi dia memastikan, ketersediaan tenaga kerja infal masih terus stabil.

Lembaga yang didirikan hampir 15 tahun sejak tahun 2005 ini pun menyediakan berbagai macam penyedia jasa, seperti perawat dari kebidanan/keperawatan untuk baby sitter/suster lansia, dan Asisten Rumah Tangga (ART).

Tahun ini, ART lebih banyak dicari dibanding dua jasa lain karena alasan fleksibilitas.

"Karena lebih fleksibel, ya, dia bisa mengurus apa saja. Rumah, anak, dan perabotan. Kalau suster mungkin pemesannya hanya 30 persen, kalau ART sampai 70 persen," ungkapnya.

Biaya Per Hari
Harga yang dipatok tiap pengguna jasa pun berbeda-beda. Disebutkan Irena, yayasannya mematok jasa ART sebesar Rp 175.000 per hari, sedangkan perawat (baby sitter dan suster lansia) di kisaran Rp 200.000 per hari.

Irena mengatakan, biasanya para pengguna jasa memesan H-7 lebaran sampai H+7 lebaran. Namun, ada pula yang memesan 1 bulan sebelum lebaran.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved