Usai Kunjungan Kerja, Tanpa Jaim Gubernur Sumsel Makan Di Warung Kaki Lima

Meski sudah menjadi orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Sumsel Herman Deru tak pernah jaim (jaga image) dan tetap apa adanya.

Usai Kunjungan Kerja, Tanpa Jaim Gubernur Sumsel Makan Di Warung Kaki Lima
Humas Pemprov Sumsel
Meski sudah menjadi orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Sumsel Herman Deru tak pernah jaim (jaga image) dan tetap apa adanya. 

SRIPOKU.COM, MUARAENIM  - Meski sudah menjadi orang nomor satu di Sumsel, Gubernur Sumsel Herman Deru tak pernah jaim (jaga image) dan tetap apa adanya.

Seperti Senin (10/6) sore tadi misalnya, saat Gubernur dan rombongan dalam perjalanan pulang kunker dari Pagaralam ke Palembang. Ia beserta rombongan protokoler dan anak sulungnya yang merupakan Duta Literasi Sumsel tanpa canggung turun dan mampir makan di warung kaki lima.

Sekedar untuk diketahui, sejak dulu sebelum menjadi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memang tidak pernah pilih-pilih soal makanan, begitu juga dengan tempat makan.

Tidak Jaim, Pulang Kunker Gubernur Sumsel Makan di Warung Kaki Lima
Tidak Jaim, Pulang Kunker Gubernur Sumsel Makan di Warung Kaki Lima (Humas Pemprov Sumsel)

Di pece lele pinggir jalan pun Ia bisa makan dengan lahap jika menunya sesuai dengan selera. Tidak heran kalau saat ini Ia dan keluarga telah memiliki banyak tempat makan yang sudah menjadi langganan.

Usai melakukan rangkaian kegiatannya di Kota Pagaralam, Herman Deru dan rombongan menyempatkan berhenti di warung pinggir jalan yang terletak di Kawasan Pasar Kabupaten Muara Enim. Di warung ini Ia memilih menu yang telah disediakan penjual pecel lele.

Keistimewaan pecel lele pinggir jalan milik “Pakde Pri” ini diakui Herman Deru memiliki cita rasa yang berbeda mulai dari daging ayam dan bebek yang empuk, juga ikan-ikan yang manis menandakan ikan yang masih segar. Terlebih harga yang relatif murah namun rasa tidak menurunkan kualitas.

Menu yang dipilih Gubernur Sumsel Herman Deru sore itu cukup sederhana yaitu, nasi putih, ikan lele, ikan nila, jeroan dan sambal khas pecel lele pada umumnya, sedangkan untuk minum, Ia hanya memesan kopi susu yang masih dibuat dengan cara konvensional. 

“Pecel lele Pakde Pri ini langganan Saya, selain disini makanan nya enak juga ada bonusnya. Ibu Feby (Istri), anak-anak dan rombongan juga suka, apalagi harga nya murah tapi rasanya tidak murahan,” tuturnya disela-sela menikmati cita rasa pecel lele pinggir jalan

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved