Berita Palembang

Selisih Paham dengan Tetangga, Ira Jadi Korban Penganiayaan

"Terlapor datang ke rumah saya langsung marah-marah, tanpa tahu kejadian yang sebenarnya pak yang mana dia itu salah paham kepada saya.

Selisih Paham dengan Tetangga, Ira Jadi Korban Penganiayaan
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
Ira Yundira (25), korban penganiayan ketika melapor ke Polresta Palembang, Senin (10/5/2019). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Lantaran karena selisih paham, membuat Ira Yundira (25) warga Jalan Faqih Usman Kelurahan 1 Ulu Kecamatan SU I Palembang ini, menjadi korban penganiayaan ringan oleh tetangganya sendiri Aan (30).

Kejadian ini terjadi karena sebelumnya Ira bertengkar dengan keluarga terlapor pada Senin (10/6/2019) sekitar Pukul 08.00, kemudian berselang beberapa jam usai pertengkaran tersebut, datang terlapor dengan marah-marah ke rumah pelapor.

"Terlapor datang ke rumah saya langsung marah-marah, tanpa tahu kejadian yang sebenarnya pak yang mana dia itu salah paham kepada saya. Akibat saya sempat bertengkar sedikit dengan keluarganya," ungkap kepada petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Senin (10/6/2019).

Tidak hanya datang dengan marah-marah, terlapor juga mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas kepada pelapor.

"Saya tidak terima pak dia itu mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, sehingga saya melawan dia dengan teguran pak," katanya.

Namun bukannya penyelesaian yang didapatkan, malah terlapor menampar pipi dan menarik rambut pelapor.

"Ya pak saya tidak terima atas perbuatan terlapor tersebut pak, apalagi usai melakukan perbuatannya dia pulang pak," ungkapnya.

Atas kejadian tersebut, Ira lantas melaporkan kejadian yang dirinya alami ke SPKT Polresta Palembang.

"Ya pak saya ingin melaporkan dia karena untuk membuat efek jera karena perbuatan yang terlapor perbuat kepada saya pak,"katanya.

Sementara, Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait Aniring yang dialami pelapor.

"Laporan sudah kita terima dan akan kita tindaklanjuti laporan tersebut, untuk pasal yang digunakan dalam laporan ini yakni pasal 352 KUHP dengan ancaman penjara tiga bulan penjara bila terbukti bersalah," ungkapnya.

BREAKING NEWS: Sesosok Mayat Pria Ditemukan Terkapar di Jalan, Ada Luka Jeratan di Leher

Hari Pertama Masuk Kerja Pagaralam Kedatangan Gubernur Sumsel

KPU Pagaralam Sudah Kirim Bukti ke KPU RI Terkait Gugatan Paslon Presiden 02

Penulis: Andi Wijaya
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved