Berita PALI

Bupati PALI Heri Amalindo Geram, Banyak Pegawai tak Hadir Apel Pagi Pasca Libur Panjang Lebaran

Bupati Kabupaten PALI (Panukal Abab Lematang Ilir) Heri Amalindo dibuat geram saat memimpin apel pagi hari pertama masuk kerja pasca libur panjang

Bupati PALI Heri Amalindo Geram, Banyak Pegawai tak Hadir Apel Pagi Pasca Libur Panjang Lebaran
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Bupati PALI Heri Amalindo saat memimpin apel pagi di Kantor Pemkab Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya, Senin (10/6/2019). 

Bupati PALI Heri Amalindo Geram, Banyak Pegawai tak Hadir Apel Pagi Pasca Libur Panjang Lebaran

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Bupati Kabupaten PALI (Panukal Abab Lematang Ilir) Heri Amalindo dibuat geram saat memimpin apel pagi hari pertama masuk kerja pasca libur panjang, Senin (10/6/2019).

Pasalnya, halaman Kantor Bupati Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya nampak terlihat sedikit lengang, lantaran banyak pegawai di lingkup Pemerintah Daerah tidak hadir pasca libur Lebaran 1440 Hijriyah.

"12 hari libur seharusnya sudah lebih dari cukup. Kalau senin masuk kerja dari Minggu kemarin yang mudik harusnya sudah kembali ke PALI dan tidak seperti ini," ungkap Heri Amalindo saat memimpin apel, Senin.

Menurut dia, seluruh pegawai baik ASN (aparatur sipil negara) dan TKS (tenaga kerja sukarelawan) harus semangat, terlebih bagi TKS yang sudah dinaikan honornya dua kali lipat.

"Honor pegawai TKS sudah kami naikan dua kali lipat, tetapi masih saja banyak yang tidak hadir. Kami naikan gaji supaya pegawai sadar dan semangat serta menunjukan kinerja yang terbaik dan bagus, bukan malah sebaliknya," tegas Bupati.

Khusus Kabupaten PALI, jelas Bupati, jika ingin membuat suatu daerah maju, seluruh pegawai haruslah disiplin.

Hal ini lanataran, disiplin sebagai modal utama dalam memjalankan roda pemerintahan.

"Ciri maju bukan karena pintar tapi disiplin, karena negara-negara maju pegawainya disiplin. Untuk itu, kedepan perbaiki, siapapun pemimpin kalau kita kerja bagus pasti terpakai," jelasnya.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) PALI Syahron Nazil menegaskan, bahwa pegawai yang tidak disiplin terancam kena sanksi.

Meski demikian, dirinya mengaku terlebih dahuku akan melihat apa penyebab ketidak hadiran pegawai bersangkutan.

"Kalau alasan mereka logis kita akan pertimbangkan, tetapi apabila itu sudah menjadi kebiasaan, maka sanksi tegas bakal dilakukan, terutama bagi pagawai TKS yang akan diputus kontraknya," tegas Sekda.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved