Selama 109 Detik Gunung Merapi Terpantau Semburkan Awan Panas Guguran, Berikut Penjelasan BPPTKG

Awan panas terlihat dari Gunung Merapi yang berada di Pulau Jawa perbatasan Jawa Tengah dan Yogjakarta.awan panas guguran terpantau keluar dari gunung

Selama 109 Detik Gunung Merapi Terpantau Semburkan Awan Panas Guguran, Berikut Penjelasan BPPTKG
(ANTARA FOTO/Ranto Kresek/sgd/pd.)
Gunung Merapi menyemburkan awan panas terlihat dari Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (2/3/2019). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi menyatakan pada Sabtu 2 Maret 2019, Gunung Merapi tercatat mengeluarkan sembilan kali awan panas dengan jarak luncur maksimum dua Km ke arah Kali Gendol, sementara itu status gunung tersebut masih dalam level II atau waspada. (ANTARA FOTO/Ranto Kresek/sgd/pd.) 

SRIPOKU.COM, JOGJA - Awan panas terlihat dari Gunung Merapi yang berada di Pulau Jawa perbatasan Jawa Tengah dan Yogjakarta.

Gunung Merapi meluncurkan satu kali awan panas guguran ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak luncur maksimum 1.000 meter pada Minggu (9/6/2019).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebutkan, berdasarkan pengamatan CCTV, awan panas guguran terpantau keluar dari gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dengan Daerah Istimewa Yogyakarta itu pada pukul 03.31 WIB selama 109 detik dengan amplitudo 60 mm.

Berikut Ini 10 Objek Wisata Menarik di Palembang, Nomor 3 Berlokasi di Gandus dan Sudah Diakui Dunia

Ini yang Dilakukan Perwira Polisi Berpangkat AKBP Setelah Menuduh Jenderal TNI AD Mencuri Handphone

Deretan Artis Ini Tolak Undang Mantan ke Pernikahannya, No 5 Kisahnya Masih Terkenang Sampai Kini

"Selain awan panas guguran, pada periode pengamatan Minggu (9/6/2019) mulai pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, BPPTKG juga mencatat 12 kali guguran lava pijar keluar dari Gunung Merapi dengan jarak luncur 400-1.000 meter ke arah hulu Kali Gendol," demikian tertulis dalam keterangan resmi Kepala BPPTKG.

BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 60 mm selama 198.16 detik, 32 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-42 mm selama 20.8-105.34 detik, dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 9-15 mm selama 14.96-61.28 detik, dua kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 37-47 mm selama 16.14-16.44 detik, dan tiga gempa fase banyak dengan amplitudo 2-15 mm berdurasi 7.52-12.72 detik.

Pada periode itu, asap kawah tidak teramati. Cuaca di gunung cerah dan berawan dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara. Suhu udara 14.5-19.5 derajat Celcius, kelembaban udara 65-92 persen, dan tekanan udara 628.7-709.2 mmHg.

Ternyata Ini Penjelasan dari Al Quran, Soal Perdebatan atau Pertanyaan Mengenai Dulu Ayam atau Telur

Basarnas Kota Palembang Siaga Penuh Amankan Arus Balik Lebaran

Begini Kondisi Terkini Ayah Dewi Perssik, Sampai Tulis Pesan Haru dan Banjir Doa Kesembuhan Papine

Hingga saat ini, BPPTKG masih menetapkan status Gunung Merapi pada level II atau waspada. Oleh akarena itu, untuk sementara kegiatan pendakian tidak direkomendasikan, kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Meski demikian, menurut dia, objek-objek wisata di sekitar Gunung Merapi seperti Kawasan Kaliurang, Kaliadem, Klangon, Deles dan kawasan lain yang berada di luar radius 3 km dari puncak aman untuk dikunjungi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1 Km", https://regional.kompas.com/read/2019/06/09/10363641/gunung-merapi-luncurkan-awan-panas-guguran-sejauh-1-km.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved