Bagaimana Menjaga Pola Makan Pasca Puasa dan Lebaran?

Lebaran, identik dengan menu-menu yang serba enak, namun hati-hati jika tidak dijaga dengan baik. Lantas bagaimana menjaga pola makan pasca puasa ini.

Bagaimana Menjaga Pola Makan Pasca Puasa dan Lebaran?
Tribun Sumsel/ Srie Riega
Ahli Gizi Klinik RSMH, Yenita, DCN, MPH,RD 

SRIPOKU..COM, PALEMBANG- Satu bulan penuh umat muslim di dunia sudah melaksanakan puasa di bulan ramadan.

Setelah itu, umat muslim merayakan yang namanya hari kemenangan atau hari raya Idul Fitri 1440 hijriah.

Lebaran, identik dengan menu-menu yang serba enak, namun hati-hati jika tidak dijaga dengan baik. Lantas bagaimana menjaga pola makan pasca puasa ini.

Menurut Ahli Gizi Klinik RSMH, Yenita, DCN, MPH,RD mengatakan setelah sebulan berpuasa, di mana tubuh kita selama berpuasa telah terjadi detoksifikasi yaitu membuang racun2 keluar dari dalam tubuh.

Saat lebaran tiba disambut dengan hidangan yang enak, yaitu ketupat opor ayam , rendang , sambal goreng, sayur buncis dan lain sebagainya.

Ditambah lagi, kue-kue yang serba lezat seperti kue lapis,kue mak subah, kue blackforest dan masih banyak lagi makanan yang tinggi lemak dan tinggi kalori yang dinikmati pada waktu lebaran.

"Nah, asupan makanan kita pada saat lebaran yang dikonsumsi rata-rata tinggi kalori dan tinggi lemak dan kurang serat," jelas dia, Minggu (9/6/2019).

Ia mengatakan tak memungkiri banyaknya makanan yang tinggi kalori dan lemak yang dimakan kita saat lebaran.

Namun, hendaknya harus disiasati dengan konsumsi buah dan sayuran.

"Konsumi buah dan sayuran itu sangat penting untuk menjaga agar tidak kekurangan serat. Karena itu jangan lupa membeli buah dan sayuran yang banyak seratnya," ungkap dia.

Kata Yenita, bagi penderita penyakit kronis seperti Diabetes Melitus, penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal yang perlu diwaspadai dalam mengkonsumsi makanan pada saat lebaran yani aturan diet harus tetap di patuhi agar penyakit tidak kambuh

"Kurangi makanan yg tinggi lemak, tinggi natrium, dan makanan yang manis-manis," ungkap dia.

Lanjut dia, kembali kepada pola makan gizi seimbang dengan komposisi zat gizi Karbohodrat 50 - 60 persen dari total energi, Lemak 20 - 25 persen dari total energi, Protein 10 - 15 persen dari total energi , timbang berat badan, cek tekanan darah , lakukan aktifitas fisik(olahraga) 30 menit setiap hari dan minum air putih 8 gelas per hari .
Area lampiran

Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved