Berita Palembang

Update Mayat Mutilasi di Ogan Ilir, Ternyata Ini Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Korban

Kepolisian masih terus menyelidiki kasus mutilasi di desa Pinang Mas Ogan Ilir

Update Mayat Mutilasi di Ogan Ilir, Ternyata Ini Motif Pelaku Tega Habisi Nyawa Korban
SRIPOKU.COM/RESHA
Jenazah mutilasi yang ditemukan di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kepolisian masih terus menyelidiki kasus mutilasi di Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir beberapa hari lalu.

Dimana, baik pelaku maupun potongan kedua tangan dan kepala korban hingga saat ini belum ditemukan, sejak mayatnya ditemukan warga Kamis (6/6/2019) lalu.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, saat ini pihaknya dan Polres Ogan Ilir bekerja sama menurunkan tim untuk mengungkap keberadaan potongan tubuh yang hilang.

Bahkan, mereka juga menurunkan tim Inafis, Labfor dan K9 untuk mengumpulkan barang bukti.

"Dari analisis sementara, diduga pelaku ini sangat dendam dengan korban. Ini terlihat dengan adanya luka bacokan di tubuh korban. Setelah dibacok, pelaku ini baru memutilasi korban," ujarnya saat dikonfirmasi Sabtu (8/6/2019).

Pihaknya juga sudah memeriksa 7 orang saksi dan mengumpulkan bukti yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP, red). Sementara, mayatnya sendiri telah berada di RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi lebih mendalam.

Nantinya hasil penyelidikan ini digunakan untuk mengungkap duduk perkara dari kasus tersebut.

"Kami mohon doa kepada masyarakat, agar kasus ini bisa cepat terungkap dan pelakunya cepat tertangkap," jelasnya.

Kasus tersebut cukup menghebohkan warga Desa Pinang Mas, Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir di hari kedua Idul Fitri. Dimana, masyarakat digegerkan dengan penemuan mayat tanpa kepala, Kamis (6/6/2019) sekira pukul 10.00 WIB.

Kuat dugaan jenazah tersebut adalah Karoman (40), warga Dusun 2 Desa Pinang Mas Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Ogan Ilir, yang diketahui hilang satu hari sebelumnya.

Namun hingga kini, pihak RS Bhayangkara tengah melakukan otopsi untuk memastikan apakah jasad tersebut memang Karoman, atau bukan. 

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved