Breaking News:

Hukum Sebenarnya dari Lebaran Ketupat, Ternyata Bukan Sekedar Tradisi, Ini Penjelasannya

Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat.

Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Welly Hadinata
tribunnews
Ketupat 

SRIPOKU.COM - Idul Fitri merupakan momentum suci nan agung bagu seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia.

Dalam perayaannya ada berbagai cara tersendiri untuk menyambut datangnya hari kemenangan tersebut.

Sama halnya dengan masyarakat Jawa yang terbiasa melaksanakan lebaran ketupat, yang kerap dianggap sebagai pelengkap hari kemenangan. 

Masyarakat Jawa umumnya mengenal dua kali pelaksanaan Lebaran, yaitu Idul Fitri dan Lebaran ketupat.

Tradisi Lebaran ketupat diselenggarakan pada hari ke delapan bulan Syawal setelah menyelesaikan puasa Syawal selama 6 hari.

Hal ini berdasarkan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umat Islam untuk berpuasa sunnah 6 Hari di bulan Syawal.

1. SEJARAH 

Dalam sejarahnya, Lebaran ketupat pertama kali diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga, saat itu, beliau memperkenalkan dua istilah Bakda kepada masyarakat Jawa, Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Ketupat
Ketupat (tribunnews)

Bakda Lebaran dipahami dengan prosesi pelaksanaan shalat Ied satu Syawal hingga tradisi saling kunjung dan memaafkan sesama muslim, sedangkan Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran.

3 Catatan Waktu yang Tepat Untuk Menjalankan Puasa Syawal, Sudah Bisa Dimulai Sekarang

Open House di Rumah Wawako Palembang, Ratusan Masyarakat Nikmati Makanan yang Disediakan Fitrianti

Narapidana di Muaraenim Diberikan Keluasan Melepas Rindu dengan Keluarga Lebih Lama dari Biasa

2. PENAMAAN

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved