Berita PALI

Jelang Lebaran 1440 H, Omset Penjual Dodol di Kabupaten PALI Provinsi Sumsel Meningkat 100 Persen

Jelang Lebaran 1440 H, Omset Penjual Dodol di Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan Meningkat 100 Persen

Jelang Lebaran 1440 H, Omset Penjual Dodol di Kabupaten PALI Provinsi Sumsel Meningkat 100 Persen
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Pengusaha Dodol, Hosmawati saat membuat Dodol pesanan warga Bumi Serapat Serasan untuk merayakan lebaran. 

Jelang Lebaran 1440 H, Omset Penjual Dodol di Kabupaten PALI Provinsi Sumatera Selatan Meningkat 100 Persen

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Momen Hari Raya Idul Fitri 1440 H membawa berkah.

Salah satunya bagi Hosmawati (52), pengusaha makanan tradisional dodol, warga Desa Sumberjo Kecamatan Talang Ubi Utara Kabupaten PALI (Panukal Abab Lematang Ilir), Provinsi Sumatera Selatan.

Pasalnya, momen Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah Tahun 2019 ini, omset pembuatan dodol miliknya meningkat hampir 100 persen dari tahun kemarin.

Hosmawati (52) mengatakan, untuk tahun 2019 ini menjelang hari raya permintaan dodol mengalami peningkatan dari tahun lalu.

Menurut dia, masyarakat Bumi Serapat Serasan meski sehari jelang Lebaran masih memburu kue yang diminati, salah satunya adalah kue tradisional dodol yang paling banyak dicari.

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di PALI Prioritaskan Tenaga Pengajar dan Kesehatan

Sebagian Warga Kota Palembang Rayakan Idul Fitri 1440 H Lebih Awal, Ini Kata Kakanwil Kemenag Sumsel

BREAKING NEWS: H-1 Lebaran, Harga Seledri & Cabe di Pasar Tradisional Lubuklinggau Tembus Rp100 Ribu

Penerimaan CPNS Tahun 2019 di PALI Prioritaskan Tenaga Pengajar dan Kesehatan

"Alhamdulillah, berkah lebaran tahun ini permintaan dodol tempat kami meningkatan dari tahun kemaren, sampai hari ini kami sudah buat dodol kurang lebih 114 Kg jika dibanding tahun lalu yang hanya 76kg," ungkap Hosmawati dijumpai Sripoku.com di sela-sela pembuatan dodol di kediamannya, Selasa (4/6/2019).

Untuk pemasaran sendiri, kata Hosmawati, dirinya dibantu anak-anaknya memasarkan dagangan miliknya melalui akun media sosial.

"Pemasarannya anak saya pakai akun sosmed. Namun ada juga yang tau dan lansung datang ke rumah untuk memesan minta dibuatkan," ungkap dia.

Wanita yang sudah 10 tahun menggeluti usaha pembuatan dodol ini mengaku, selama menjalankan usahanya ini tidak menemui kendala.

Hanya saja, dirinya hanya terkendala dengan modal yang masih minim.

"Karena kita usaha rumahan, kendala kita pastinya modal. Kami berharap adanya perhatian khusus dari pihak-pihak terkait untuk kami pengusaha rumahan agar bisa mengembangkan usaha kami ini," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved