Kemendag Pastikan Stok dan Harga Komoditi Stabil Jelang Lebaran

Kementerian Perdagangan melakukan sidak jelang idul Fitri 1440 Hijriah. Hal ini guna memastikan stabilisasi harga pangan dan ketersediaan stok terutam

Kemendag Pastikan Stok dan Harga Komoditi Stabil Jelang Lebaran
SRIPOKU.COM/cr26
Irjen Kemendag RI, Srie Agustina saat melakukan peninjauan di Pasar KM 5 

Kemendag Pastikan Stok dan Harga Komoditi Stabil Jelang Lebaran

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kementerian Perdagangan melakukan sidak jelang idul Fitri 1440 Hijriah. Hal ini guna memastikan stabilisasi harga pangan dan ketersediaan stok terutama di pasar-pasar tradisional.

Irjen Kemendag RI, Srie Agustina mengungkapkan pihaknya melakukan pantauan yang dilakukan dibeberapa lokasi seperti di Pasar KM 5, Pasar Lemabang, Pasar Cinde, Pasar 16 hingga Pasar di Kota Lubuk Linggau.

"Sebelumnya sudah ada tim mantau dari 27 Mei, dan hari ini saya turun langsung. Dari hasil pemantauan, kelihatan memang ada beberapa komoditi yang. Tapi secara umum harga stabil dan stok tersedia dengan cukup,"ujarnya,

Srie mencermati jika harga komoditi yang ditawarkan jelang lebaran di pasar tradisional cenderung transaksional. Jadi, konsumen tidak hanya bertanya namun benar-benar belanja. Contohnya, harga cabai yang ditawarkan pedagang sebesar Rp 60 namun setelah dilakukan tawar menawar bisa mencapai Rp 50-52 Ribu. Indikasi kenaikan harga jelang hari lebaran terpantau ada di komoditi cabai sekitar 15 persen.

"Ini juga sama di Pasar Induk Jakabaring, disana harga cenderung naik sedikit namun masih bisa terjangkau. Pedagang eceran yang beli disana dengan harga Rp 40 ribu, kalaupun dijual lagi dengan harga Rp 50 Ribu masih wajarlah, apalagi ibu-ibu biasanya beli seperempat jarang yang sampai satu kilo," jelasnya.

Kemudian, untuk harga daging ayam masih cenderung stabil karena dari harga daging ayam yang belum bersih berkisar Rp 35 Ribu, namun untuk daging ayam bersih/Sudah dipotong mengalami peningkatan menjadi Rp 39-40 Ribu perkilo.

"Mungkin saja alasan kenaikan ini karena pedagang mengambil upah jasa yang lebih terutama jelang lebaran," jelasnya.

Sementara untuk komoditi yang lain, Srie menyebutkan harga kebutuhan masih dalam kategori stabil. "Kita konsen ke 11 komoditi yang benar-benar harus dipantau, seperti bawang merah dan bawang putih sementara untuk selebihnya saya kira tak apalah naik sedikit selama tak lebih dari Rp 20 ribu," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di Pasar KM 5, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga. Seperti yang terjadi pada harga daging sapi dari harga Rp 120 ribu per kilonya, pada H-2 Lebaran kali ini naik menjadi Rp 140 ribu. Demikian halnya pada daging ayam dari Rp 38 ribu kini mencapai Rp 40 ribu per kilo.

Kenaikan harga juga terjadi pada harga sayur-sayuran, seperti, buncis yang mencapai Rp 30 ribu per kilo. Kemudian, timun dari harga Rp 8.000 per kilo kini menjadi Rp 20 ribu per kilo.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved