Berita Lubuklinggau

Penuhi KebutUhan Darah, PMI Cabang Lubuklinggau Lakukan Donor di Masjid Usai Salat Tarawih

Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Lubuklinggau selama bulan Ramadhan sedikit mengalami kesulitan menerima pendonor darah.

Penuhi KebutUhan Darah, PMI Cabang Lubuklinggau Lakukan Donor di Masjid Usai Salat Tarawih
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO Hepronis
Warga saat mendonorkan darahnya di Masjid Agung As-salam sepulang shalat Tarawih. 

SRIPOKU.COM,LUBUKLINGGAU - Palang Merah Indonesia atau PMI Lubuklinggau selama bulan Ramadhan sedikit mengalami kesulitan menerima pendonor darah.

Pasalnya rata-rata pendonor selama bulan Ramadhan ragu memberikan darahnya dengan alasan kondisi badan agak kurang sehat dan lemas.

Padahal kebutuhan darah perbulannya cukup banyak yakni 450-500 kantong darah. Tentu hal itu sedikit membuat PMI Cabang Lubuklinggau keteteran.

Selama bulan Ramadhan PMI Cabang Lubuklinggau membuka stan donor darah di masjid Agung As Salam Lubuklinggau. Proses donor darah dilakukan setelah shalat tarawih.

"Ini salah satu upaya kita jemput bola pendonor. Karena selama bulan puasa tidak mungkin donor darah dilakukan siang hari," ujar Ketua PMI Cabang Lubuklinggau, dr Mast Idris pada wartawan, Kamis (30/5).

Alat Berat Hingga Petugas Montir Disediakan di Pos Terpadu Arus Mudik di Jalan Lintas Sumatera Lahat

Terlihat Panik Saat Didatangi Polisi Patroli, Ternyata Halim Menyimpan Narkoba di Jok Motornya

Polres Banyuasin Pasang Spanduk dan Banner Keselamatan Bagi Pemudik Jalintim Banyuasin

Sebelum di masjid Agung As Salam, kata Mast Idris, pihaknya juga sudah melakukan penjemputan bola pendonor darah di Mana Resmi Musi Rawas (Mura).

"Alhamdulillah cukup banyak, kita dapat 45 kantong. Dan manaresmi memang merupakan desa pendonor rutin," ungkapnya.

Upaya penjemputan bola donor darah ini, murni untuk memenuhi kebutuhan perbulannya saja. Bukan karena khawatir permintaan darah meningkat jelang lebaran.

Karena berdasarkan pengalaman setiap tahunnya tidak ada hubungan lebaran dengan meningkatnya permintaan darah.

"Tidak ada hubungan karena khawatir peningkatan permintaan darah jelang lebaran. Kita memang memenuhi permintaan rutin saja. Pengalaman pertahun lebaran tidak ada lonjakan permintaan darah. Kecuali ada kecelakaan kecelakaan yang memang membutuhkan darah," ungkapnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved