Berita Lubuklinggau

Pedagang Berjualan di Bahu Jalan, Pasar Inpres Kota Lubuklinggau Semrawut dan Macet

Banyaknya pedagang berjualan di bahu jalan membuat Pasar Inpres Kota Lubuklinggau makin semraut dan dikeluhkan banyak masyarakat.

Pedagang Berjualan di Bahu Jalan, Pasar Inpres Kota Lubuklinggau Semrawut dan Macet
TRIBUN SUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Kondisi bahu jalan Pasar Inpres Kota Lubuklinggau, Kamis (23/5/2019). 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU -- Banyaknya pedagang berjualan di bahu jalan membuat Pasar Inpres Kota Lubuklinggau makin semraut dan dikeluhkan banyak masyarakat.

Diperparah menjelang lebaran Idul Fitri 1440 H saat ini masyarakat mulai ramai berkunjung ke pasar. Akses jalan masuk ke pasar yang sempit kerap menimbulkan kemacetan panjang.

"Jalan ini sudah kecil macet lagi, apalagi kalau ada angkot lewat secara bersamaan kadang tidak bisa jalan sama sekali," kata Reni salah satu pengunjung pada Tribunsumsel.com, Kamis (23/5).

Ia berharap Dinas Perhubungan bersama polisi bisa bertindak dan membantu mengatasi kemacetan tersebut. Sebab persoalan ini sudah berlangsung cukup lama.

"Sudah sangat lama, minimal di tempat ini ada Polisi dan Dinas Perhubungan melakukan pengaturan, lalu lintas mengurai kemacetan, jangan dibiarkan semraut seperti ini," harapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau pun sudah mendengar keluhan masyarakat tersebut. Pemkot berencana akan melakukan penertiban pedagang sebelum lebaran tiba.

Penuhi KebutUhan Darah, PMI Cabang Lubuklinggau Lakukan Donor di Masjid Usai Salat Tarawih

Satu Pelaku Pencuri Mobil Warga Prabumulih Yang Terbawa Anak Pemilik Mobil Berhasil Diringkus

Alat Berat Hingga Petugas Montir Disediakan di Pos Terpadu Arus Mudik di Jalan Lintas Sumatera Lahat

"Menjelang lebaran ini kita akan koordinasi dengan SKPD untuk melakukan penertiban pedagang. Kita tidak mengusir pedagang tapi melakukan penertiban," Kata Walikota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe.

Walikota yang biasa dipanggil Nanan ini menuturkan, tujuan penertiban itu tak lain untuk menjaga keindahan dan ketertiban Kota Lubuklinggau, supaya tetap indah dan nyaman.

"Jangan jualan di tikungan jangan jual tidak ada batasan waktu. Tujuannya untuk apa itu untuk kepentingan para pengendara yang melintas, dan untuk menjaga keindahan kota," paparnya.

Nanan mengakui, sebenarnya para pedagang adalah potensi, namun karena sudah mengganggu ketertiban sampai-sampai orang tidak bisa lewat mau bagaimana lagi harus ditindak.

"Penertiban supaya masing-masing pedagang kembali kepada posisinya masing-masing. Nanti camat dan lurah akan turun melakukan koordinasi, sekali lagi hanya penertiban," terangnya. (Tribun Sumsel/Joy)

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved