Anthony Joshua Berambisi Koleksi 4 Gelar Juara Sekaligus

Saat ditanya apakah pertarungan di Madison Square, New York, merupakan pertanda keberhasilannya sebagai petinju, Joshua menampiknya.

Anthony Joshua Berambisi Koleksi 4 Gelar Juara Sekaligus
TWITTER.COM/ANTHONYFJOSHUA
Petinju kelas berat Anthony Joshua memegang sabuk gelar juara setelah mengalahkan Alexander Povetkin dalam pertandingan di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (22/9/2018) 

SRIPOKU.COM  - Juara dunia tinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, merasa berhasil sebagai petinju jika sudah bisa merebut gelar WBC milik Deontay Wilder.

Pernyataan itu disampaikan Anthony Joshua jelang pertarungannya melawan Andy Ruiz Jr (Amerika Serikat) di Madison Square, New York, Amerika Serikat, Sabtu (1/6/2019).

Saat ditanya apakah pertarungan di Madison Square, New York, merupakan pertanda keberhasilannya sebagai petinju, Joshua menampiknya.

Joshua mengaku baru merasa sukses sebagai petinju jika bisa melengkapi koleksi gelar juara dunia kelas berat yang dimilikinya.

Setelah Sukses Pertahankan Gelar, Deontay Wilder Incar Anthony Joshua

Setelah Hajar Dominic Breazeale di Ronde Pertama , Wilder Inginkan Joshua

Duel Ulang Deontay Wilder Vs Tyson Fury Resmi Ditangguhkan WBC

Saat ini, Joshua merupakan pemegang tiga gelar juara dunia tinju yakni IBF (sejak 2016), WBA Super (2017), dan WBO (2018).

"Mungkin (bisa bertarung di New York) kelihatannya seperti saya sudah berhasil," kata Joshua yang dikutip dari BBC Sport, Selasa (28/5/2019).

"Akan tetapi, saya baru berhasil hanya ketika saya meletakkan tangan saya pada gelar terakhir - dan menang pada hari Sabtu - maka saya dapat mengatakan saya telah berhasil," ujar Joshua.

Gelar terakhir yang dimaksud Joshua adalah sabuk WBC milik Wilder.

Jika bisa merebut gelar juara WBC milik Wilder, Joshua akan menjadi petinju pertama dalam sejarah yang bisa memiliki empat sabuk sekaligus.

Sebagai petinju, Joshua punya rekor tak terkalahkan hingga 22 pertarungan. Sebanyak 21 laga ia menangi dengan cara knockout, dan satu sisanya melalui keputusan juri.

Ia terakhir bertarung pada 22 September 2018, melawan Alexander Povetkin (Rusia) di Stadion Wembley, London, Inggris.

PenulisNugyasa Laksamana

Sumber : Kompas

====

Editor: Adrian Yunus
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved