Berita Palembang

Kapolda Sumsel Janji akan Tarik Kompi Brimob Sumsel Jika Situasi di Jakarta sudah Aman

"Kalau sudah aman, dengan sendirinya akan ditarik. Insya Allah kalau sudah aman, mungkin besok tanggal 30 bisa pulang," ujar Kapolda Sumsel.

Kapolda Sumsel Janji akan Tarik Kompi Brimob Sumsel Jika Situasi di Jakarta sudah Aman
SRIPOKU.COM/RESHA
Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat diwawancarai awak media, Selasa (28/5/2019) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Resha

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, pihaknya akan menarik 4 kompi personel Brigade Mobile (Brimob) yang dikirimkan sebagai bantuan untuk menjaga keamanan di Jakarta, saat pengumuman Pemilihan Presiden 2019 tanggal 21 Mei lalu.

Ia mengatakan, penarikan personel dari Jakarta itu akan dilakukan jika keamanan di Jakarta, sudah terjamin.

"Kalau sudah aman, dengan sendirinya akan ditarik. Insya Allah kalau sudah aman, mungkin besok tanggal 30 bisa pulang," ujarnya usai menerima aksi massa Gerakan Rakyat Menggugat Pelanggaran HAM (Geram) yang mengadakan aksi damai di depan Mapolda Sumsel, Selasa (28/5/2019).

Ia mengatakan, para personel tersebut bertugas menjaga keamanan Jakarta saat itu. Kendati rusuh, ia mengatakan para personel Brimob dari Sumsel tidak mengalami luka-luka.

"Sejauh ini belum ada, karena mereka (berjaga) di Bawaslu," terangnya.

Polres OKu Selatan Musnahkan Miras dan Petasan Hasil Razia Selama Bulan Ramadan

Pangdam II/Sriwijaya Menduga Tersangka Prada DP Masih Berada di Wilayah Sumsel

115 Nama Bakal Bersaing Rebut Jabatan Calon Rektor Universitas Sriwijaya Palembang

Hal tersebut menjawab tuntutan massa Geram yang berunjuk rasa di depan Mapolda Sumsel. Mereka meminta kepada Kapolda Sumsel agar menarik personel Brimob yang ada di sana.

Selain itu, mereka juga menuntut agar diadakan penyelidikan terhadap korban yang tewas saat kejadian rusuh 21-22 Mei 2019 lalu.

"Kami sebagai warga Sumsel merasa prihatin. Maka dari itu kami menuntut Kapolri turun karena kejadian ini sangat memprihatinkan. Kita sedih sekali atas kejadian ini, dan tuntutan kita agar bertanggung jawab," ujar Koordinator Aksi, H Doni Meilano.

Ratusan massa yang terdiri dari beberapa Ormas Islam ini pun mengecam tindakan represif aparat saat mengamankan aksi tersebut.

Ditambah lagi, ia mengatakan 8 orang tewas dan 700 orang lainnya sebagai korban dari aksi tersebut.

"Jelas, kita minta mereka harus menyelidiki dan mencari siapa pelakunya, apa senjatanya jenis pelurunya dan lain-lain," jelasnya. (mg5)

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved