Berita OKU Timur

Bupati dan Kapolres OKU Timur Panen Semangka Petani Binaan di Lahan Tandus Sekitar Perkantoran

Bupati dan Kapolres OKU Timur melakukan panen semangka secara bersama-sama di lahan yang berlokasi di sekitar perkantoran Selasa (28/5/2019).

Bupati dan Kapolres OKU Timur Panen Semangka Petani Binaan di Lahan Tandus Sekitar Perkantoran
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Bupati dan Kapolres OKU Timur saat melakukan panen semangka di samping rumah dinas Bupati. 

Laporan wartawan sripoku.com, Evan Hendra

SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten OKU Timur dan Kapolres melakukan pemanenan semangka secara bersama-sama di lahan yang berlokasi di sekitar perkantoran Selasa (28/5).

Perkebunan semangka di lahan tandus tersebut dipelopori oleh Binmas Pionir binaan Pemda dan Polres OKU Timur dengan petani yang mengelolanya adalah Sunarso.

Kendati ditanam di lahan tandus, namun tanaman semangka tersebut tetap bisa tumbuh sumbur bahkan mampu menghasilkan semangka dengan berat 8.5 kilogram.

Bupati OKU Timur HM Kholid MD mengatakan disela panen mengatakan, penanaman buah semangka sangat tepat dilakukan pada saat menjelang musim kemarau seperti saat ini mengingat permintaan masyarakat cukup tinggi yang diiringi dengan harga yang menjanjikan.

Ini Dia 10 Besar SMP Peraih Nilai UNBK dan UNKP di Sumsel Terbaik, SMP IGS Masih di Urutan Pertama

Petugas Razia Gabungan di Terminal Alang-Alang Lebar, Amankan 3 Orang Terindikasi Positif Narkoba

Manajemen Sriwijaya FC Upayakan Penyelesaian Tunggakan Gaji Eks Pemain Musim 2018

"Jadi dalam setiap satu hektarnya mampu menghasilkan keuntungan dua kali lipat dengan usia tanam 55 hari sudah panen, dengan modal Rp. 25 Juta setiap hektare-nya," terangnya.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memuaskan kata dia, petani harus mulai berfikir lebih maju dengan menggunakan peralatan modern.

Saat ini petani mulai berfikir modern sehingga buah yang dihasilkan lebih maksimal. Cukup menggiurkan karena keuntungan yang diraih petani cukup tinggi, namun harus lebih serius mengelolanya.

Menurut Kholid, Kabuaten OKU Timur merupakan daerah pertanian dan perkebunan. Hal itulah yang memicu dirinya selalu mengajak masyarakat untuk bertani karena hasil pertanian dan perkebunan bisa menghasilkan keuntungan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Karena dalam satu hektar lahan pertanian mampu menghasilkan semangka 20 ton dengan harga jual Rp.3.500 per kilogramnya dengan kurun waktu 55 hari sudah bisa dipanen," ucalnya.

Pemerintah kata dia, akan berupaya mencari solusi yang tepat dalam memajukan bidang pertanian dan perkebunan di OKU Timur mengingat potensi pertanian dan perkebunan cukup tinggi terlebih didukung dengan lahan yang luas dan subur. (hen).

Penulis: Evan Hendra
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved