Waspadai Lelah Mengemudi di Jalan Tol, Kecelakaan Mengintai Anda

Fisik yang prima saat menempuh perjalanan panjang menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan, konsentrasi penuh, mematuhi rambu dan aturan lalu li

Waspadai Lelah Mengemudi di Jalan Tol, Kecelakaan Mengintai Anda
SRIPOKU.COM/BERI SUPRIYADI
Ilustrasi - Kendaraan roda empat yang mengalami lakalantas tunggal di jalur Tol Palindra mengalami ringsek berat, Kamis malam (16/8) pukul 21.00. 

SRIPOKU.COM, SOLO - Fisik yang prima saat menempuh perjalanan panjang menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, konsentrasi penuh, mematuhi rambu dan aturan lalu lintas, serta waspada terhadap titik-titik rawan kecelakaan juga demikian krusial.

Kecelakaan di Tol Cipularang, 7 Tewas

Tiga Tewas Akibat Kecelakaan di Tol Cikampek

Termasuk melintasi jalan tol dengan trek lurus panjang dalam kondisi lengang, dan cuaca cerah yang menstimulasi pengemudi memacu kendaraan dengan laju maksimal.

Anggota PJR 61 Ngawi Polda Jawa Timur, Brigadir Agustri, menuturkan faktor-faktor penyebab yang berpotensi menimbulkan kecelakaan di jalan tol kepada Kompas.com, Jumat (24/5/2019).

"Kecelakaan yang baru saja terjadi ini, memang secara faktual disebabkan oleh ban pecah. Namun, tidak hanya itu, kewaspadaan pengemudi juga memengaruhi," kata Agustri.

Agustri merujuk pada kecelakaan tunggal yang terjadi di KM 555 Jalan Tol Solo-Ngawi pada pukul 16.00 WIB. Satu korban dengan luka berat dibawa ke RSI Husada At-Tin, Ngawi.

Dari olah tempat kejadian kecelakaan, Agustri menyimpulkan, kendaraan truk dengan bak tertutup yang membawa bahan kain batik dari Jakarta menuju Surabaya, ini mengalami pecah ban bagian kiri belakang.

Pengemudi yang mengendarai truk dengan kecepatan maksimal, tambah dia, tidak mampu mengendalikan kendaraannya sehingga kemudian oleng dan terguling.

Atas kejadian ini, Agustri menilai, pengemudi dan awak truk telah melakukan kelalaian karena tidak mengecek kondisi fisik kendaraan yang mencakup ban, tekanan angin, mesin, dan lain-lain.

"Jika pengemudi mengantuk, istirahatlah. Idealnya, setelah empat jam perjalanan, pengemudi harus beristirahat. Minimal meregangkan otot setelah berjam-jam mengemudi," ucap Agustri.

Halaman
12
Editor: Bejoroy
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved