Berita palembang

Relawan Donor Trombopheresis Berharap Dinaungi

Relawan Donor Trombopheresis Berharap Dinaungi, selama ini tak ada induk

Relawan Donor Trombopheresis Berharap Dinaungi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
RA Najamudin, Ketua Perhimpunan Donor Trombopheresis (kanan) bersama pembicara Mayor Huzairan. Dr Pheyliana SPPK Kepala Instalasi Laboratorium dan Mikrobiologi talkshow, Buka Bersama pasien kanker, relawan donor Trombopheresis dan petugas donor di Ballroom Hotel Harper Palembang, Sabtu (25/5/2019). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Sejak terbentuknya komunitas relawan donor Trombopheresis 2017, hinggi kini berharap ada yang menaungi.

"Kami ingin ada yang menaungi tidak ada record dan tidak ada induknya selama ini kita kumpul-kumpul saja. Alatnya di Sumsel hanya ada di RSMH dan RSI Siti Khodijah. Komunitas ini hanya di Palembang karena terbatas tadi."

"Kita kemarin soan ke Ketua PMI yang juga Ibu Wawako. Diterima Kadinkes Kota Dr Hj Letizia MKes. Alhamdulillah akan hadir dari Pemkot diharapkan bisa difollowup," ungkap RA Najamudin, Ketua Perhimpunan Donor Trombopheresis.

Patah Hendel Mobil Truck Gandeng Meluncur Mundur Menabrak Mobil Pribadi

Sejumlah Jalan di Palembang - Jambi Terdeteksi Rusak, Janji Diperbaiki Sebelum H-7

Anak Suka Mual dan Mabuk di Perjalanan, Lakukan Beberapa Hal Berikut Ini

Pada kegiatan ini diundang 30 keluarga pasien yang rata-rata penderita kanker darah. Pada talkshow hadir salah satu pembicaranya Mayor Huzairan, Dr Pheyliana SPPK Kepala Instalasi Laboratorium dan Mikrobiologi, dan Ketua Perhimpunan Donor Trombopheresis RA Najamudin.

"Talkshow dari para pembicara lebih pada sharing, lomba mewarnai pasien dan menyerahkan donasi untuk pasien. Adapun tujuan kegiatan berbagi untuk peduli, sharing kepada masyarakat kita bahwa di Palembang ada komunitas donor Trombopheresis. Harapan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat tahu sehingga tergerak untuk mendonorkan diri," kata Nurirwansyah Putra, Sekretaris Perhimpunan Donor Trombopheresis.

Dijelaskan RA Najamudin, awal terbentuknya komunitas relawan ini pada tahun 2017 yang tadinya mengalami susahnya mendapatkan Trombopheresis (darah putih).

"Kemudian sudah banyak yang mulai donor. Kenalan dengan pendonor. Kita kumpulkan niatkan hati untuk membantu. Pendonor Trombosit darah putih Siaga dipanggil (on call) minimal dua minggu. Kalau darah merah tiap 3 bulan nyumbang. Darah merah bisa ke PMI disimpan bisa lebih dari 3 bulan. Sedangkan trombosit maksimal 5 jam. Lebih dari 5 jam suka nolak malah jadi racun," kata Najamudin.

Sementara para relawan hanya punya grup WA Donor Trombopheresis ada anggota 105. Sedangkan di luar grup semuanya 200 orang.

Siapa yang siap donor, ada di grup sharing untuk bisa saling bantu. Trombosit setiap dua minggu bisa berpahala. Kalau darah merah baru 3 bulan sekali bisanya. Semangat relawan untuk bisa donor.

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: adi kurniawan
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved