Palata Bisa Gantikan Fungsi Formalin, Tahu dan Mi Basah Mengandung Formalin

BBPOM Palembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menemukan makanan mengandung formalin di pasar beduk 26 Ilir Palembang, Kamis (23/5). BPOM m

Palata Bisa Gantikan Fungsi Formalin, Tahu dan Mi Basah Mengandung Formalin
SRIPOKU.COM/Yandi
Mi basah dan tahu yang mengandung formalin ditemukan di Pasar Beduk 26 Ilir Palembang, Kamis (23/5). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Palembang bersama Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menemukan makanan mengandung formalin di pasar beduk 26 Ilir Palembang, Kamis (23/5). BPOM menarik semua makanan yang mengandung formalin dari pasaran. Namun mereka menawarkan kepada pegadang pengawet makanan alami, terutama untuk tahu yakni jenis PALATA (Pengawet Alami Tahu).

Temuan Tim Pengawasan, Mie Basah dan Tahu Berformalin

Sidak Pasar Beduk , BBPOM Palembang Temukan Tahu dan Mie Berformalin

Palata ini berasal dari serak pisang. Namun butuh keahlian khusus dalam membuat palata ini, karena jika tidak maka akan membuat aroma tahu jadi asam. "Kita sudah menawarkan kepada produsen tahu untuk mulai menggunakan palata supaya tak lagi menggunakan formalin untuk mengawetkan tahu," kata Kepala BPOM di Palembang Hardaningsi.

Pihaknya sudah mencari relawan untuk mengajarkan pembuatan palata, namun hingga saat ini tak ada yang mau. "Sampai sekarang kita belum ada relawan, kita butuh relawan untuk mengajarkan pengawet alami ini," katanya. Dalam sidak kali ini, ada 11 sampel makanan yang diambil, hasilnya empat makanan mengandung formalin.

Makanan di tes mengunakan test Kit, formalin, borak dan pewarna yang dilakukan uji sampel dalam mobil lab keliling. Lagi-lagi tahu dan mie basah (rujak mie) kembali diamankan. "Positif mengandung formalin," kata dia. Pihaknya bersama Pemkot Palembang telah melakukan penelusuran, 10 produsen tahu dan formalin sudah masuk dalam daftar BBPOM dan kini prosesnya sudah di Kejaksaan. “Ada produsen mi di Jakabaring sudah kita amankan dan beberapa tempat lainnya pembuatan tahu yang ada di Palembang ,” jelasnya.

Meski sudah mendapati beberapa tempat pembuatan tahu dan mi memakai zat pengawet mayat ini, pihaknya kembali menelusuri produsen lainnya, yang didapat informasi dari pedagang. “Kita akan tetap melakukan penelusuran lagi, karena pemakaian zat pengawet ini sangat berbahaya,” tegasnya.(axl)

foto di produksi: palata---
sripo/yandi
Mi basah dan tahu yang mengandung formalin ditemukan di Pasar Beduk 26 Ilir Palembang, Kamis (23/5).

Penulis: Yandi Triansyah
Editor: Bejoroy
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved