News Video Sripo

Eksklusif : Imbas Medsos di Down, Omset Pedagang Online Daring Nol

Para pedagang online di Sumsel sejak beberapa hari terakhir mengalami penurunan omzet drastis pasca dibatasinya penggunaan Media Sosial (

SRIPOKU.COM,PALEMBANG- -Para pedagang online di Sumsel sejak beberapa hari terakhir mengalami penurunan omzet drastis, pasca dibatasinya penggunaan Media Sosial (Medsos) oleh pemerintah untuk menekan penyebaran hoax pasca aksi 22 Mei, Kamis (23/5).

Pedagang online pun menjerit lantaran mereka tak bisa menjajakan dagangannya di dunia maya.

Salah satunya dialami oleh Eci, seorang pedagang online pakaian anak di Sumsel yang mengaku mengalami imbas dari downnya beberapa akun medsos seperti Facebook dan Instagram.

Wanita berhijab ini menuturkan, lantaran dibatasinya penggunaan medsos ia mengalami penurunan omzet secara drastis. Bahkan, pada hari pertama kebijakan tersebut dikeluarkan ia tak ada penjualan sama sekali alias no sale.

"Penurunannya sangat drastis, bahkan kemarin barang saya tak ada yang beli karena medsos gangguan," ujarnya.

Piala Sudirman 2019 - Ini Susunan Tim Indonesia Vs Taiwan pada Perempat Final

Sebagai pedagang online, ibu dua anak ini mengaku medsos merupakan kunci utama mereka berjualan, lantaran barang-barang yang dijajakan pada umumnya selalu diposting ke medsos.

Imbas dari Medsos tak bisa digunakan, para pelaku bisnis online terpaksa stop sementara berjualan dikarenakan tidak bisa memposting produk dan melakukan chating melalui pesan di medsos.

"Biasanya itu perhari minimal Rp 500.000 per hari, karena medsos down kemarin omzet menurun hingga 50 persen," jelasnya.

Tak Ada Satu Pun Artis yang Datang, Malah Puluhan Driver Ojol Mengantar Jenazah Artis Legendaris Ini

Senada, Ilham penjual sepatu online lainnya mengaku penjualan mengalami gangguan pasca medsos alami pemakaian terbatas. Ia pun terpaksa mengandalkan langganan untuk datang ke rumah membeli dagangannya secara offline.

Meski demikian, penjualan secara ofline diungkapkannya tidak semaksimal penjualan online dikarenakan pembeli terbatas hanya langganan saja.

 "Ya terpaksa mengandalkan langganan, mereka yang kenal bisa datang langsung ke rumah," tegas Ilham.

Ia menambahkan, berjualan secara online sudah ia lakoni sejak dua tahun terakhir, dimana para pembeli tak hanya seputaran wilayah Sumsel saja. Banyak pula pembeli secara online dari daerah luar seperti Bengkulu, Jambi dan lain-lain.

Tak Terekspos, Nama 7 Penyanyi Terkenal Ini Ternyata Bukan Nama Aslinya, No 2 Ganti Nama Mirip Bule

Maka dari itu, ia berharap pihak berwenang terhadap medsos untuk mempertimbangkan kebijakan ini. Jangan memandang medsos dari sisi buruk, tetapi harus dilihat juga dari segala aspek.

"Mohon pertimbangkan lagi kebijakan ini, kami pedagang online menjdi salah satu imbasnya. Jangan hanya kepentingan suatu golongan medsos jadi dibatasi," harap Ilham.

Penulis: Rahmad Zilhakim
Editor: Igun Bagus Saputra
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved