Berita Lahat

Puluhan Warga Desa Padang Baru dan Padang Lama Kabupaten Lahat Datangi Polres Lahat

Puluhan warga ini mendatangi Polres Lahat meminta lima warganya yang diamankan karena diduga merusak hutan di Lokasi BKSDA agar dilepas.

Puluhan Warga Desa Padang Baru dan Padang Lama Kabupaten Lahat Datangi Polres Lahat
SRIPOKU.COM/EHDI AMIN
Warga Desa Padang Lama dan Padang Baru saat mendatangi Mapolres Lahat. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ehdi Amin

SRIPOKU.COM, LAHAT - Puluhan warga dari Desa Padang Baru dan Padang Lama, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, mendatangi Mapolres Lahat.

Kedatangan puluhan warga ini menyusul diamankan lima orang warga desa tersebut oleh petugas Polres Lahat, lantaran melakukan penebasan di Lokasi BKSDA Merapi Selatan.

Pantauan di Mapolres Lahat Sore, Kamis (23/5), warga datang dengan menggunakan angkutan desa dan mengatakan meminta dikembalikan teman-teman mereka yang diamankan petugas.

"Siang tadi kami didatangi anggota Mapolres Lahat dan membawa lima warga kami dengan alasan ingin dimintai keterangan. Kami kesini ingin tahu sudah apa belum jika memang rekan kami mau ditahan kami juga mau ikut ditahan, "ujar salah satu warga menjelaskan di hadapan petugas kepolisian.

Bersama AXIS OWSEM, Bikin Ngabuburit Makin Asik, Kenapa Nggak?

Pelaku Pembacok Warga Sekampungnya Ini Sempat Tarik Pistol dari Pinggang, Beruntung Polisi Sigap

Polresta Palembang Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Lapak Minuman Keras Jenis Tuak

Warga yang datang akhirnya bubar dengan sendirinya setelah Wakapolres dan Kasatreskrim meminta mereka pulang ke rumah dahulu. Dijelaskan pula bahwa proses pemintaan keterangan oleh Polres Lahat masih berlangsung.

Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap, SIK saat dimintai keterangan menjelaskan bahwa warga tersebut sudah melakukan perusakan lahan sudah hampir kurang lebih 2 Ha.

"Warga merambah pohon-pohon milik BKSDA yang juga berada di pusat Pelatihan Gajah dan merusak hingga sampai 2 ha. Sebelumnya sudah dihimbau kalau merasa lahan punya mereka lakukan dengan benar melalui prosedur yang ada," ujar Ferry Harahap.

Sementara atas kejadian tersebut bahwa lima warga telah diamanakn lantaran melakukan perambahan menggunakan alat pemotong.

"Kita amanakan untuk memberikan efek jera dan akan kita proses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya. Cr22 

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved