Minim dan Lokasi Yang Sempit, Pasar Takjil di Muara Dua Ini Sepi Pembeli

Kondisi Pasar yang memiliki Lokasi Sempit, Pasar Takjil di Muara Dua ini Sepi Pembeli

Minim dan Lokasi Yang Sempit, Pasar Takjil di Muara Dua Ini Sepi Pembeli
SRIPOKU.COM/ALAN NOPRIANSYAH
Sepi : Pasar Takjil Ramadhan, yang berlokasi di Taman Kota Muaradua, tampak sepi di kunjungi pembeli, Kamis (23/5/2019). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA --Berlokasi di taman Kota Muaradua dengan lokasi yang minim, Pemburu Takjil untuk berbuka puasa memilih mengunjungi pasar takjil yang berada dipunggung jalan atau dipinggiran jalan pasar Kota Muaradua.

Pasar yang ramai dikunjungi disaat sebelum berbuka tersebut, sama seperti tahun sebelumnya, telah disediakan oleh pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, nampak minim pembeli, bahkan beberapa tenda nampak kosong tidak diisi penjual takjil.

Berbeda dengan para penjual yang berada dipunggung jalan di kelurahan Pasar Kota Muaradua, yang selalu digandrungi para pembeli karena mudah untuk dijangkau serta lokasi yang luas.

"Menuju ke pasar takjil, tempatnya sempit, sulit untuk memasukkan kendaraan sehingga berlalu lintas juga sulit,"ujar Mariana salah seroang pembeli, Kamis (23/5/2019).

Media Sripo danTribun Sumsel Bagikan 200 Takjil Habis Dalam Waktu 30 Menit

Lama Dinanti, Akses Jalan Warga Desa Muara Dua Lahat Akhirnya Segera Dibuka

Dirinya lebih memilih untuk membeli menu berbuka puasa pada pedagang yang berada di punggung Jalan, Kelurahan Pasar Muaradua dikarenakan mudah untuk dijangkau, serta pedagang lebih ramai.

Terpisah pedagang Takjil Rini, yang berjualan di Taman Kota Muaradua, mengeluhkan adanya penjual takjil yang berjualan diluar lapak yang sudah disediakan oleh Pemkab, sehingga mengakibatkan pasar takjil Taman Kota Muaradua sepi.

"Iya karena banyak yang berjualan di pinggir jalan, untuk menuju kesini, pembeli malas untuk masuk dan berbelanja kesini,"ungkap Rini.

Selaku pedagang dirinya berterimakasih pada pemkab telah disediakan lapak gratis untuk berjualan takjil selama bulan ramadhan, namun dirinya menyayangkan pasar takjil yang terpisah-pisah tempat.

"Seharusnya, ya terpusat disatu lokasi saja, jangan terpisah-pisah,"tambah dia.

Penulis: Alan Nopriansyah
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved