BREAKING NEWS: KPK Larang ASN Terima Bingkisan Jelang Lebaran, Penerima dan Pemberi Bisa Dipidana

BREAKING NEWS: KPK Larang ASN Terima Bingkisan Jelang Lebaran, Penerima dan Pemberi Bisa Dipidana

BREAKING NEWS: KPK Larang ASN Terima Bingkisan Jelang Lebaran, Penerima dan Pemberi Bisa Dipidana
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Wakil Ketua KPK RI, Saut Situmorang (kiri) didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru saat mengimbau agar ASN dan penyelenggara negara untuk tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun, Kamis (23/5/2019), di Griya Agung Palembang. 

BREAKING NEWS: KPK Larang ASN Terima Bingkisan Jelang Lebaran, Penerima dan Pemberi Bisa Dipidana

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melarang keras bagi penyelenggara negara dan Aparatur Sipil Negara (ASN) menerima bingkisan lebaran dalam bentuk apapun.

Wakil Ketua KPK RI, Saut Situmorang mengimbau agar tradisi berbagi bingkisan ketika Idul Fitri tidak dijadikan sarana untuk memberi dan menerima gratifikasi.

"Bahkan ke direktorat gratifikasi saya sampaikan kalau ada yang memberi harus dipanggil orangnya.

Apa maksudnya memberi bingkisan sebab sudah tidak boleh dan jika ada yang memberi gratifikasi kita harap dilaporkan.

Kalau tidak melaporkan pemberian itu dua-duanya (pemberi dan penerima) bisa dipidana," tegasnya.

Untuk itu, Saut minta ASN untuk menolak segala bentuk hadiah.

Putra Ustaz Arifin Ilham Ceritakan Detik-detik Ayahnya Meninggal Sampai Menangis Sesenggukan

KH Nawawi Dencik Ungkap Sosok Ustaz Arifin Ilham Semasa Hidup Dakwahnya Menyejukkan Hati

Rinci Aset Yang Belum Jelas Keberadaannya ,Pemprov Sumsel Gandeng KPK Usut Aset Pemprov

KPK Ungkap Para Koruptor Justru dari Lulusan Pendidikan Tinggi, Ini Dia Urutannya

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Bahasa Arab, dan Tulisan Latin Serta Artinya

Terlebih sebagai ASN sudah memiliki gaji, THR dan fasilitas yang lainnya.

"Negara sudah memberikan jaminan. Jadi tidak usah lagi menerima apapun bentuknya.

Awalnya dia kasih parcel nanti ujung-ujungnya terbiasa sampai nerima yang besar. Jadi, sebaiknya harus tegas ditolak," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Rahmaliyah
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved