Breaking News:

37 Pelajar SONS Dilarikan ke RS; Diduga Keracunan Menu Buka Puasa, Gejala Mual, Pusing dan Muntah

Sedikitnya 37 orang pelaja Sekolah Olahraga Negeri Siriwijaya (SONS) dilarikan ke Rumah Sakit Bari dan tiga diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Hermi

Penulis: Andi Wijaya | Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Sejumlah siswa-siswi SONS yang diduga keracunan santap rujak mi saat buka bersama dan kini dirawat di RS BARI Palembang, Rabu (22/5/2019). 

PALEMBANG - Sedikitnya 37 orang pelaja Sekolah Olahraga Negeri Siriwijaya (SONS) dilarikan ke Rumah Sakit Bari dan tiga diantaranya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina, Jakabaring Palembang. Pelajar tersebut diduga keracunan setelah buka puasa bersama di asrama. Awalnya ada tiga orang pelajar yang mengalami mual, pusing dan muntah-munatah dilarikan ke RS Hermina Jakabaring, Selasa (21/5) sekitar pukul 23.30. Pada esok harinya, Rabu (22/5) pukul 06.00 giliran 31 pelajar lainnya yang mengalami gejala sama dan dilarikan ke Rumah Sakit Bari Palembang.

Informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan keracunan ini sempat membuat pihak sekolah panik. Pihak sekolah Sons dan guru yang ada di asrama langsung mengantarkan 31 pelajarnya berobat ke RS Bari, Rabu (22/5) pukul 06.00. "Awalnya kami panik pak, melihat siswa merasakan gejala yang sama. Saat itu kami berikan dulu obat. Nah karena tidak kunjung sembuh akhirnya 3 siswa kami bawa ke RS Hermina. Namun pagi harinya bertambah lagi hampir 34 siswa mengalami gejala yang sama, akhirnya kami memutukan membawa 31 siswa tambahan ke RS Bari," kata Kepala Sekolah SONS, Mitrisno ketika ditemui di RS Bari.

Mitrisno mengatakan, diduga keracunan massal ini berawal saat siswa-siswinya kelas 7, 8, 10, 11, buka bersama di asrama seperti biasanya. Dengan menu makanan buka puasa dari Catering Mitra, menunya es lemon tea, rujak mie, nasi ayam sambal, sayur bening dan kelempang. Buka puasa besama ini pada Senin (20/5) sekitar pukul 18.00.

Setelah itu kata Mitrisno, pada Selasa (21/5) sekitar pukul 17.00, beberapa siswanya banyak mengeluh sakit perut, dengan gejala mual, pusing, sakit kepala dan muntah. Para siswa memberitahu pihak asrama, pelatih dan guru pengajar. "Awalnya saya tidak curiga ada kecarunan ini. Namun setelah mengetahui ada siswa mengalami gejala itu, dan ada susulan siswa juga mengalami hal yang sama, barulah saya duga adanya kecarunan ini, dan bawa ke rumah sakit satu persatu," kata Mitrisno kepada Sriwijaya Post.

Menyinggung menu yang disediakan catering, Mitrisno mengakui, Catering Mitra baru hampir satu bulan terakhir yang menyiapkan menu makanan termasuk untuk buka puasa dan sahur anak didiknya. "Baru ganti pak cateringnya, sebelumnya kita pakai Catering Citra. Nah sekarang pakai Catering Mitra," jelasnya seraja menambahkan, jika terbukti siswa-siswinya mengalami keracunan akibat makanan tersebut, pihaknya menyerahkan hal ini pada Diknas dan Dispora. dan pihak sekolah akan membuat laporan. Atas peristiwa ini, tambah Mistrisno, sudah ada perhatian dari pihak pemerintah dan pendidikan Kota Palembang. "Ini altet butuh asupan gizi lebih dari orang biasanya. Makanan hal yang diutamakan untuk prestasi mereka," katanya.

Ditempat yang sama, Fredi Saputra, murid kelas 8 Sons mengungkapkan, dirinya dan teman-teman awal makan dan buka puasa bersama seperti biasanya. "Awal makan rujak mie saat buka puasa. Nah baru tadi malam, Selasa (21/3) kami merasa mual-mual, sakit kepala, dan pusing," kata Fredi Saputra seraya menambahkan, merasa mual pusing dan sakit kepala dirinya menanyakan hal tersebut kepada teman-temannya. Ternyata apa yang dirasakan Fredi, sama dengan apa yang dirasakan teman-temannya. Barulah kemudian masalah ini dilaporkan ke pihak sekolah.

Kapolsek Seberang Ulu I Palembang, Kompol Mayestika membenarkan adanya kejadian yang dialami sejumlah pelajar SONS itu. "Setelah ,menerima informasi ini kita langsung turun ke TKP (tempat kejadian perkara) bersama piket Reskrim dan Indent Inafis Polresta Palembang," kata Mayestika seraya menyebebutkan, dugaan sementara benar adanya keracurnan tersebut. Setidaknya ada 37 pelajar dirawat di RS Bari Dan RS Hermina Jakabaring, Palembang. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian Polsek SU I.

Sedangkan Wadir Pelayanan RS Bari Palembang, Dr Ayu Astoni mengatakan, pihaknya sudah menerima 34 pasien pelajar Sons. "Baru empat siswa yang sudah diizinkan pulang, sisanya masih dirawat di ruang obsevasi dan IGD," katanya serata menambahkan, pihak BPOM telah menerima serahan makanan yang dikonsumsi para pelajar SONS itu. Keluhan pasien sama yakni panas tinggi, dan muntah-muntah sudah ditangani oleh tim medis. (diw)

===

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved