Berita Palembang

Syaikh Anas Khair Sampaikan Penderitaan Umat Islam Palestina di Masjid Al Munawaroh Maskarebet

Sedikitnya 100 pasang mata jemaah solat tarawih merasakan iba menyaksikan tayangan video nasib pembantaian umat Islam Palestina.

Syaikh Anas Khair Sampaikan Penderitaan Umat Islam Palestina di Masjid Al Munawaroh Maskarebet
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater dari Palestina didampingi ustadz Syafrudin selaku penterjemah menyampaikan sambutannya. 

Laporan wartawan sripoku.com, Abdul hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Sedikitnya 100 pasang mata jemaah solat tarawih merasakan iba menyaksikan tayangan video nasib pembantaian umat Islam Palestina dalam rangka memperingati Nuzul Quran 17 Ramadhan, Masjid Al Munawaroh Komplek Maskarebet Palembang, Rabu (22/5/2019) malam.

Ketua Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP) Sumsel Ustadz Mokhammad Siswandi mengajak umat Islam di Indonesia untuk membantu mendoakan dan mendonasikan untuk meringankan beban dalam perjuangan kemerdekaan Bangsa Palestina dan pendudukan Masjidil Al Aqso.

"Masya allah Al ustadz begitu ramahnya orang Palembang, orang Indonesia. Berbuka puasa di rumah Pak Kompol H Fauzi tadi suguhi hidangam lezat, ayam, daging. Saya mau meneteskan air mata ingat dengan saudara di Palestina. Ustadz Siswandi tolong sampaikan kalau Bangsa Palestine sangat mencintai Bangsa Indonesia. Demikian Syaikh Anas Khair Allah Nase Khater tadi membisikkan kepada saya sebelum melangkah ke Masjid Al Munawaroh ini," kata ustadz Siswandi mengawali sambutannya.

Dikatakannya ada 65 Syekh dari Palestina tersebar di negeri muslim meminta dukungan kepada masyarakat muslim dunia agar mereka diberikan kemerdekaan.

"Kehadiran mereka langsung ke sini, ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan materiil maupun moril. Beberapa alasan kita membela Palestina. Berbicara tentang Palestina sama dengan berbicara tentang keyakinan dan akidah kita. Di dalamnya ada Masjidil Aqso. Di samping Masjid Nabawi," kata Siswandi.

Dikatakannya ada surat khusus yang membicarakan Masjidil Aqso makanya kita juga mengimani. Amanat pembukaan UUD 45 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa maka oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan

Tanah airnya 90 persen dicaplok zionis laknatullah Israil. Sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kemanusiaan, ukhuwah Islamiah. 6 juta penduduk Palestina menjadi pengungsi karena diusir dari tanah airnya.

"Dua bulan yang lalu saya sambut Syaikh di bandara SMB II beliau memeluk saya. Kata Syaikh baru saja rudal menghujani. Bahkan ada ibu hamil yang jadi korban. Rumah dirobohkan. Bulan ramadhan tetap melaksanakan ibadah dengan sukacita. Banyak anak anak kehilangan orangtuanya. Orangtua banyak kehilangan anak. Mohon doakan kami untuk selalu memperjuangkan Al Aqso. Kami sudah beberapa kali memberikan bantuan ke sana. Kepada donatur yang telah memberikan bantuan semoga diberkahi," tutur Siswandi.

Usai mengimami solat Isya, tarawih dan witir, Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater dari Palestina sebelum menyampaikan sambutannya terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada tiga pengurus Masjid Al Munawaroh dengan mengalungkan sal berbendera Palestina kepada Kompol H Fauzi, Drs Burhan Idrus dan H Rozali.

"Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Selamat malam apa kabar," sapa Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater mencoba berbahasa Indonesia.

Selanjutnya pria kurus tinggi berewokan ini berbicara dalam Bahasa Arab yang didampingi ustadz Syafrudin selaku penterjemah.

OPI Mall Palembang akan Menggelar Midnight Sale Mulai 1 Juni 2019

Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Banyuasin Pantau Ketersediaan Sembilan Bahan Pokok

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel Lakukan Pengamanan Arus Mudik Termasuk Tol Palembang-Lampung

"Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak ibu telah dapat hadir. Mewakili rakyat Palestina, saya mengucapkan terima kasih. Rakyat di sana menantikan bapak ibu di sana untuk solat bersama. Masyarakat di sini yang sangat baik hati, sangat hangat sambutannya. Sangat rajin beragama dan sangat cinta dengan Palestina. Rakyat Palestina sangat mencintai Bangsa Indonesia. Kita sama sama mayoritas bergama Islam. Kita disatukan seagama," ungkap Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater.

Menurnya, Indonesia dan Palestina sama sama pernah merasakan penjajahan. Kalau Indonesia ratusan tahun dijajah Belanda dan Jepang dan telah merdeka. Ia mohonkan doa agar Palestina juga bisa merasakan kemerdekaan.

Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater menyampaikan apresiasinya terhadap Bangsa Indonesia yang sejak dulu sampai sekarang tidak mengakui penjajahan Israel di Palestina.

Dukungan Bangsa Indonesia terhadap perjuangan Palestina juga cukup besar seperti adanya rumah sakit yang didirikan di sana juga membangun sarana pendidikan dan dukungan lainnya dari Indonesia yang tiada hentinya.

"Walaupun jaraknya begitu jauh. Namun menyatukan kita. Alhamdulillah pada malam ramadhan bulannya diturunkannya Alquran sebagai penjelas pembeda yang batil. Alquran diturunkan sebagai sumber. Jika kita menginkan kebahagiaan yang besar perbanyak baca Alquran. Kemuliaan umat Islam bergantung pada Alquran. Berpegang pada Alquran," ujarnya.

Ia juga mengajak selain membantu warga Palestina, juga membantu atas penyerangan Masjid Al Aqso yang bersejarah bagi umat Islam.

"Masjid Al Aqso bukan hanya punya Palestina. Tapi tanah wakaf milik semua umat Islam. Punya kewajiban membela dari cengkraman penjajah. Di Palestina rakyatnya bukan hanya dibunuh. Beribadah ke masjid dilarang. Orang tidak bebas bisa beribadah. Pintu-pintu dijaga tentara Israil. Azan juga dilarang. Penjajahan yang dilakukan Israil itu ingin meyahudikan semua di Palestina. Semua nama jalan, kota yang namanya Arab diganti Yahudi. Pekuburan Islam diganti dengan pekuburan mereka," bebernya.

Selain dengan cara yang sewenang wenang. Israil mengiming iming dengan uang terhadap masyarakat Palestina untuk menjual tanahnya. Meski fakir banyak rakyat Palestina tidak tergiur menjual.

Jalur Gaza bagaikan penjara terbesar di dunia. Yang dari luar tidak bisa masuk. Dari dalam tidak bisa keluar. Dibikin tembok baja. Obat obat tidak bisa masuk. Penistaan. Dalam 7 tahun ini sudah 3 kali diserang besar besaran dengan roket dan heli. Dua minggu ini ada serangan seperti dilihat di TV.

Setiap rumah mengalami kisah tragis penderitaan. Ada yang kakinya buntung, anaknya dibunuh. Penduduk Gaza tidak pernah menyerah mempertahankan tidak mau dicaplok Israil tanah sejenggalkan pun.

"Mengorbankan harta dan nyawa. Seyogyanya kita yang jauh untuk membantu sebisanya. Berjihadlah kamu di jalan kamu. Dengan harta kamu, barulah dengan segenap jiwa raga kamu. Bantuan sekecil apapun dari bapak ibu akan sangat membantu mengobati rakyat Palestina," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved