Berita Palembang

Syaikh Anas Khair Sampaikan Penderitaan Umat Islam Palestina di Masjid Al Munawaroh Maskarebet

Sedikitnya 100 pasang mata jemaah solat tarawih merasakan iba menyaksikan tayangan video nasib pembantaian umat Islam Palestina.

Syaikh Anas Khair Sampaikan Penderitaan Umat Islam Palestina di Masjid Al Munawaroh Maskarebet
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater dari Palestina didampingi ustadz Syafrudin selaku penterjemah menyampaikan sambutannya. 

"Assalammualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Selamat malam apa kabar," sapa Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater mencoba berbahasa Indonesia.

Selanjutnya pria kurus tinggi berewokan ini berbicara dalam Bahasa Arab yang didampingi ustadz Syafrudin selaku penterjemah.

OPI Mall Palembang akan Menggelar Midnight Sale Mulai 1 Juni 2019

Dinas Koperasi Perdagangan dan UKM Banyuasin Pantau Ketersediaan Sembilan Bahan Pokok

Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel Lakukan Pengamanan Arus Mudik Termasuk Tol Palembang-Lampung

"Saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada bapak ibu telah dapat hadir. Mewakili rakyat Palestina, saya mengucapkan terima kasih. Rakyat di sana menantikan bapak ibu di sana untuk solat bersama. Masyarakat di sini yang sangat baik hati, sangat hangat sambutannya. Sangat rajin beragama dan sangat cinta dengan Palestina. Rakyat Palestina sangat mencintai Bangsa Indonesia. Kita sama sama mayoritas bergama Islam. Kita disatukan seagama," ungkap Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater.

Menurnya, Indonesia dan Palestina sama sama pernah merasakan penjajahan. Kalau Indonesia ratusan tahun dijajah Belanda dan Jepang dan telah merdeka. Ia mohonkan doa agar Palestina juga bisa merasakan kemerdekaan.

Syaikh Anas Khair Allah Naser Khater menyampaikan apresiasinya terhadap Bangsa Indonesia yang sejak dulu sampai sekarang tidak mengakui penjajahan Israel di Palestina.

Dukungan Bangsa Indonesia terhadap perjuangan Palestina juga cukup besar seperti adanya rumah sakit yang didirikan di sana juga membangun sarana pendidikan dan dukungan lainnya dari Indonesia yang tiada hentinya.

"Walaupun jaraknya begitu jauh. Namun menyatukan kita. Alhamdulillah pada malam ramadhan bulannya diturunkannya Alquran sebagai penjelas pembeda yang batil. Alquran diturunkan sebagai sumber. Jika kita menginkan kebahagiaan yang besar perbanyak baca Alquran. Kemuliaan umat Islam bergantung pada Alquran. Berpegang pada Alquran," ujarnya.

Ia juga mengajak selain membantu warga Palestina, juga membantu atas penyerangan Masjid Al Aqso yang bersejarah bagi umat Islam.

"Masjid Al Aqso bukan hanya punya Palestina. Tapi tanah wakaf milik semua umat Islam. Punya kewajiban membela dari cengkraman penjajah. Di Palestina rakyatnya bukan hanya dibunuh. Beribadah ke masjid dilarang. Orang tidak bebas bisa beribadah. Pintu-pintu dijaga tentara Israil. Azan juga dilarang. Penjajahan yang dilakukan Israil itu ingin meyahudikan semua di Palestina. Semua nama jalan, kota yang namanya Arab diganti Yahudi. Pekuburan Islam diganti dengan pekuburan mereka," bebernya.

Selain dengan cara yang sewenang wenang. Israil mengiming iming dengan uang terhadap masyarakat Palestina untuk menjual tanahnya. Meski fakir banyak rakyat Palestina tidak tergiur menjual.

Halaman
123
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved