Berita Palembang

Tagih Uang Arisan Anggota Jatuh Tempo, RN dan AN Malah Jadi Korban Penganiayaan

menagih uang iuran arisan yang jatuh tempo, malah membuat dua wanita berinisial RN (17) dan AN (17) menjadi korban penganiayaan oleh perserta arisan

Tagih Uang Arisan Anggota Jatuh Tempo, RN dan AN Malah Jadi Korban Penganiayaan
SRIPOKU.COM/ANDIKA WIJAYA
RN (17), dan AN (17), korban penganiayaan ketika mendatangi pengaduan Polresta Palembang, Selasa (21/5), guna melaporkan kejadian yang dialaminya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-- Niat hati ingin menagih uang iuran arisan yang jatuh tempo, malah membuat dua wanita berinisial RN (17) warga Perum Griya Harapan Kelurahan Sako Kecamatan Sako Palembang dan AN (17) warga Jalan Arjuna Raya Lorong Perintis III Kelurahan Kebingungan Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang, menjadi korban penganiayaan oleh perserta arisannya sendiri.

Informasi yang dihimpun, kejadian yang dialami korban terjadi pada Senin (20/5/2019) sekitar pukul 22.00, berawal saat kedua korban hendak menagih uang iuran arisan Leo Vardo Mardiansyah (17) warga Jalan Siaran Perum Griya Cipta Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang.

"Saat itu, kami hendak menagih uang iuran arisan terlapor yang jatuh tempo pada 16 Maret yang lalu, namun bukannya membayar malah kami disambut oleh terlapor dengan marah-marah pak," ungkapnya kepada Petugas Piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (21/5/2019).

Tidak hanya itu, terlapor juga menampar RN di pipi sebelah kiri. Kemudian menjambak AN "Niat kami cuma nagih pak, tapi kami malah mendapatkan hal yang tak sepatutnya pak. Apalagi oleh seorang laki-laki,"katanya.

Atas kejadian yang dialaminya RN dan AN mendatangi SPKT Polresta Palembang guna melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut.

"Kami tidak terima pak atas perlakuan terlapor, sehingga kami sepakat untuk melaporkannya ke polisi," ungkapnya.

Sementara, Kasat Rerserse Kriminal (Reskrim) Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara melalui Kepala SPKT Polresta Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan terkait penganiayaan di bawah umur yang dilakukan terlapor.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera kita tindaklanjuti laporan tersebut, untuk terlapor sendiri bila terbukti bersalah dengan kasus penganiayaan di bawah umur akan dikenakan Undang-undang (UU) No 25 Tahun 2014 tentang perlindungan anak," ungkapnya.

Video Kades di Muaraenim Edarkan Narkoba Ditangkap Polisi, Jualan Narkoba di Rumahnya

Striker Lokal Rasa Asing Rebut Top Skorer Pekan Pertama Shopee Liga 1 dan Bawa Klubnya ke Puncak

Bermula dari YouTube & Medsos, 6 Orang Ini Jadi Artis dan tenar, No 4 Terkenal dengan Omset 1 Milyar

Editor: pairat
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved