SSL 2019

Regulasi Liga OPD Sumsel Piala Herman Deru, Bolehkan Eselon 1 Hingga 3 Ambil Bagian

Regulasi Liga OPD Sumsel Piala Herman Deru, Bolehkan Eselon 1 Hingga 3 Ambil Bagian

Regulasi Liga OPD Sumsel Piala Herman Deru, Bolehkan Eselon 1 Hingga 3 Ambil Bagian
SRIPOKU.COM/HUMAS PEMPROV SUMSEL
Gubernur Sumsel Herman Deru dan CEO SSL, Hendri Zainuddin saat pembukaan SSL 2019 di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. 

Regulasi Liga OPD Sumsel Piala Herman Deru, Bolehkan Eselon 1 Hingga 3 Ambil Bagian

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Setelah sukses menggulirkan Liga Remaja U-16 dan U-20, Sumsel Super League (SSL) kembali menggulirkan Liga OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Sumsel yang akan digeber 21 Juni 2019 mendatang.

Sebanyak 40 tim akan ambil bagian untuk memburu Piala Gubernur Sumsel H Herman Deru yang digelar di Stadion Bumi Sriwijaya.

Liga ini, diikuti OPD di Sumsel mulai dari jajaran SKPD, BUMD dan lembaga terkait.

Gubernur Sumsel H Herman Deru berharap sudah mengimbau bahwa digelarnya Liga OPD ini, untuk lebih mempererat silaturahmi antar lembaga dan diharapkan akan muncul pemain-pemain dari ajang ini,

terutama para honorer atau pegawai yang masih dalam usia emasnya pemain pemain sepakbola.

Hal ini dipertegas Ketua Pelaksana H Hendri Zainuddin, bahwa Liga OPD ini digelar sebagai bentuk kepedulian dan program dari Gubernur H Herman Deru bahwa OPD Pemprov Sumsel kepada pembinaan sepakbola.

Dengan digelarnya Liga OPD ini selain dia meminta semua perangkat dan jajaran di Pemprov Sumsel hidup sehat, mencintai olahraga, juga mampu menjalain silaturahmi antar lembaga.

Karena hal ini berkaitan dengan kinerja dan motivasi untuk memajukan Sumsel.

"Hal ini sebagai komitmen dari Gubernur Sumsel untuk menghidupkan sepakbola di semua lini, tidak hanya dari usia dini, usia muda, remaja hingga dewasa, tetapi juga semua lini termasuk jajaran dan steakholder Pemprov Sumsel dalam hal ini OPD di Sumsel," jelas Hendri Zainuddin.

Menurut CEO SSL ini, Liga OPD menggunakan sistem turnamen murni dengan regulasi dan syarat bahwa, para pemain berasal dari lingkungan OPD dengan usia yang tidak dibatasi, dia tercatat sebagai eselon 1 hingga 3 atau honorer.

"Eselon 1 sampai 3 dibolehkan ambil bagian, juga honorer dari OPD tersebut. Sebab regulasi yang diterapkan murni adalah pemain yang terikat atau bagian dari OPD di mana dia bermain untuk timnya, bukan pemain dari luar atau transfer," jelas Hendri Zainuddin.

Penulis: Hendra Kusuma
Editor: pairat
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved