Pilpres 2019 dan 22 Mei, Herman Deru: Siapa yang Memicu Konflik, Dia Bukan Warga Sumsel

Pilpres 2019 dan 22 Mei 2019, Herman Deru: Siapa yang Memicu Konflik, Dia Bukan Warga Sumsel

Pilpres 2019 dan 22 Mei, Herman Deru: Siapa yang Memicu Konflik, Dia Bukan Warga Sumsel
Sripo/rahma
Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama FKUB, Polda dan TNI sesaat usai melakukan tabur bunga di taman makam pahlawan,Senin (20/5/2019) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG–Jelang Aksi 22 Mei dan pengumuman Pilpres 2019, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru diharapkan warga di Bumi Sriwijaya untuk tetap menjaga kondusifitas wilayah.

Mengingat daerah ini merupakan kawasan zero konflik baik konflik politik, konflik antar umat beragama maupun konflik antar suku dan golongan.

“Siapapun dia yang memantik konflik di wilayah Sumatera Selatan, jelas dia bukan warga Sumatera Selatan,” tegas Herman Deru dalam acara doa dan renungan bersama menuju Indonesia damai, rukun dan sejahtera pasca Pemilu 2019 bertempat di Taman Makam Pahlawan Palembang, Senin (20/5).

Dalam kegiatan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sumsel tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru mengajak seluruh umat beragama di Sumsel untuk mengingat kembali sejarah bangsa ini. Dimana Indonesia lahir didasari dari keberagaman agama, suku dan ras.

"Kita sudah sepakat bahwa demokrasi adalah sebuah kontitusi yang harus kita jalani sebagai warga negara. Dibuktikan pada Pemilu, 17 April lalu tingakat partisipasi pemilih di Sumsel mencapai 84 persen. angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah pemilu di Indonesia," tegasnya.

Gubernur berhap jangan sampai kemeriahan dan kegembiraan masyarakat yang telah dibangun melalui pesta demokrasi tersebut terganggu dengan kepentingan segelintir orang yang merasa tidak puas akan hasil dari proses demokrasi.

"Saya yakin di tempat yang bersejarah in, i Sumatera Selatan akan menorehkan prasasti dimana Provinsi pertama yang melaksanakan testimoni dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di taman makam pahlawan. Terima kasih atas inisiasi yang luar biasa ini, terima kasih kepada seluruh umat beragama di Sumatara Selatan," tambahnya.

Gubernur mengajak seluruh warga Sumsel untuk menghormati hasil proses demoktrasi apapun hasilnya. “Dalam demokrasi, suara terbanyak dia yang menang,” tandasnya.

Sementara itu sebelumnya, Ketua FKUB Sumsel KH Mal An Abdullah menegaskan, seluruh tokoh agama sejak dari awal berharap agar Tuhan yang Maha Esa membukakan hati semua warga Indonesia untuk melihat persoalan ini sebagai dinamika dalam berbangsa dan bernegara yang harus disikapi dengan bijaksana.

"Sehingga nanti setelah pengumaman resmi dari pihak KPU, jika ada keberatan kita salurkan sesuai dengan ketentuan perundang - undangan yang berlaku,” harapnya.(rel)

====

Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved