Berita PALI

Warga Kabupaten PALI Diimbau tak Terlibat Gerakan People Power, Apalagi Sampai ke Jakarta

Warga Kabupaten PALI Diimbau tak Terlibat Gerakan People Power, Apalagi Sampai ke Jakarta

Warga Kabupaten PALI Diimbau tak Terlibat Gerakan People Power, Apalagi Sampai ke Jakarta
SRIPOKU.COM/REIGAN RIANGGA
Ketua MUI Kabupaten PALI, H Mughni Zen 

Warga Kabupaten PALI Diimbau tak Terlibat Gerakan People Power, Apalagi Sampai ke Jakarta

Laporan wartawan Sripoku.com, Reigan Riangga

SRIPOKU.COM, PALI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Provinsi Sumatera Selatan meminta seluruh warga Bumi Serapat Serasan agar tidak terprovokasi gerakan-gerakan pasca Pemilu pada 17 April 2019 lalu.

"Tak perlu ada gerakan People Power khususnya di Kabupaten PALI, apalagi sampai ikut ikutan ke Ibu Kota Jakarta. Llebih baik fokus ibadah puasa saja," ujar Ketua MUI Kabupaten PALI, H Mughni Zen, Senin (20/5/2019).

Menurutnya, Pemilu Legislatif dan Pilpres yang berlangsung beberapa waktu lalu khusunya di Kabupaten PALI telah berjalan lancar, aman, damai dan kondusif.

Dari itu, kedepan tentu masyarakat harus tetap kembali merajut Ukhuwah Islamiyah, merajut persatuan, kesatuan dan persaudaraan dalam membangun daerah.

Selain itu, kata Zen, dirinya juga meminta agar masyarakat melupakan perbedaan-perbedaan yang terjadi pada saat pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

Dimana, saat ini yang harus dilakukan adalah menunggu hasil keputusan dan penetapan yang akan diumumkan oleh KPU RI pada 22 Mei mendatang.

"Sekarang ini memang masih berjalan tahapan Pemilu, sehingga tentu kita akan menunggu hasil keputusan resmi yang akan diumumkan oleh KPU.

Untuk itu kami sarankan, bahwa siapapun dari elemen masyarakat agar mari kita menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa merusak persatuan dan kedamaian di negeri ini," jelasnya.

Mughni Zen melanjutkan, tak perlu ada gerakan People Power khususnya di Kabupaten PALI apalagi sampai ikut ikutan ke Ibu Kota Jakarta sehingga gerakan itu justru mengarah pada potensi perpecahan di masyarakat.

"Soal gerakan People Power atau gerakan apapun kita harapkan tidak perlu. Apalagi di Kabupaten PALI dan jangan sampai ikut ikutan ke Ibu Kota Jakarta.

Tentu gerakan-gerakan apapun tidak perlu, kita percayakan kepada penyelenggara dan semua yang terlibat," jelas dia.

"Mari kita serahkan semua proses ini kepada penyelenggara yang memiliki kewenangan untuk memutuskan, hasil dari pemilu itu sendiri," ujarnya.

Penulis: Reigan Riangga
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved