Berita Palembang

Massa Pendukung 02 Asal Sumsel Bertolak ke Jakarta, Habib Mahdi : Kalau Benar Kenapa Ditakutkan

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab mengaku belum terpantau jumlah masyarakat Sumsel yang berangkat ke Jakarta

Massa Pendukung 02 Asal Sumsel Bertolak ke Jakarta, Habib Mahdi : Kalau Benar Kenapa Ditakutkan
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Habib Mahdi Muhammad Syahab 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hingga siang ini Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel Habib Mahdi Muhammad Syahab mengaku belum terpantau jumlah masyarakat Sumsel yang berangkat ke Jakarta jelang pengumuman Pilpres di KPU RI, 22 Mei 2019.

"Saya belum terpantau berapa jumlahnya. Yang jelas itu semua dari kalangan masyarakat. Saya dengar begitu (berangkat via kereta api)," ungkap Habib Mahdi Muhammad Syahab yang dihubungi Sripoku.com, Senin (20/5/2019).

Menurut Habib Mahdi Muhammad Syahab, pihaknya mempersilahkan siapa saja yang mau berangkat tanpa melalui koordinir pemberangkatan.

Terdeteksi Ada Rencana Warga Sumsel Ikut People Power 22 Mei di Jakarta, Ini Komentar Kapolda Sumsel

Isu People Power 22 Mei 2019, Gubernur Herman Deru Ungkap Kondisi Sumsel dan Polisi/TNI

Video Begini Penampakan Rumah Roy Kiyoshi, Punya 3 Ruang Mistis Ada Kamar Nyi Roro Kidul

"Kita tidak mau menkoordinir pemberangkatan. Silahkan saja karena ini suara hati. Beberapa kali kegiatan seperti itu, umat bergerak sendiri tanpa dikoordinor," kata Habib Mahdi.

Ia juga menjelaskan tugasnya selaku Ketua Harian Badan Pemenangan Daerah Capres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno sudah selesai.

"Saya gak terlibat. Untuk BPD 02 Sumsel sudah selesai tugas saya, Prabowo-Sandi sudah menang. Kalau dari FPI secara personal ada, tapi kalau secara koordinasi tidak terkoordinir. Saya sendiri belum ada kepastian berangkat. Tiket pesawatnya mahal sekarang," jelasnya.

Habib Mahdi mengatakan tak ada alasan untuk menakutkan gerakan people power.

Apalagi gerakan semacam ini sudah beberapa kali dilakukan di tanah air dan berjalan lancar.

Berikut Empat Syarat untuk Mendaftar Sebagai Calon Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) 2019-2023

Mengkritisi Kenaikan Harga Kebutuhan Setiap Menjelang Ramadhan dan Lebaran

6 Artis Ini Ternyata Jalani Puasa Ramadan di Penjara, dari Kasus Penipuan, Narkoba Hingga Prostitusi

"Tergantung memaknai people power. Jangan dimaknai kerusuhan akan tetapi justru terciptanya keadilan. People power itu masalah kedaulatan rakyat. Namanya demokrasi, kedaulatan di tangan rakyat. Selagi tidak melanggar aturan dan ketertiban seperti 212 itu people power tidak pernah ada masalah. Kalau benar, jangan ditakutkan. Mudah-mudah kita acaranya berjalan dengan tertib," pungkasnya.

Beberapa grup Whats Apps tersebar foto-foto relawan memosting foto keberangkan via stasiun kereta api.

Sementara beberapa pemberitaan di tanah air, pihak keamanan melakukan razia kendaraan umum seperti bus pariwisata yang menghimbau agar tidak terjadi gelombang massa dari daerah ke Jakarta jelang pengumuman Pilpres di KPU RI.

Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved